Breaking News:

Jateng di Rumah Saja

Hari Pertama Jateng di Rumah Saja, Sejumlah Pasar di Solo Sepi 

Satu di antara pedagang pernak-pernik di Kawasan Nonongan Pasar Kliwon, Sutrisno, mengatakan sejak buka hingga siang hari, baru melayani 3 pembeli. 

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan 
Kondisi Pasar Harjodaksino Serengan tampak sepi pada Gerakan Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Penerapan Gerakan Jateng di Rumah Saja pada hari pertama kondisi jalan di Solo tampak sepi. Jalan protokol yang biasanya padat, telihat lengang. 

Pantauan Tribun Jateng, beberapa jalan protokol seperti Jalan Adi Sucipto, Dr Moewardi, Ahmad Yani, Ki Hajar Dewantara, Yos Sudarso, kawasan Gading, Keraton Kasunanan, dan Dr Rajiman sepi.

Tida hanya jalan, kawasan pusat perbelanjaan dan pasar juga sepi dari pengunjung. 

Situasi Solo Saat Jateng di Rumah Saja, BST Masih Beroperasi, Banyak Warga Berolahraga

Satu di antara pedagang pernak-pernik di Kawasan Nonongan Pasar Kliwon, Sutrisno, mengatakan sejak buka hingga siang hari, baru melayani 3 pembeli. 

"Biasanya kalau sampai siang bisa melayani sampai sekitar 30 orang. Turun drastis ini," jelasnya, Sabtu (6/2/2021). 

Dia menduga, sejak adanya SE Gubernur Jawa Tengah tentang Gerakan Jateng di Rumah Saja mungkin masyarakat enggan untuk keluar rumah. 

"Bisa takut kena virus corona, bisa juga takut karena sanksinya yang lumayan berat," ucapnya. 

Hal yang sama juga terjadi di Pasar Harjodaksino Serengan terlihat sepi, bahkan beberapa lapak dan kios pedagang tutup. 

Lurah Pasar Harjodaksino, Listiyanto menyampaikan hanya sekitar 20 persen pedagang yang tetap berjualan. 

Dia mengungkapkan, meski dalam SE Wali Kota Solo, pasar tetap buka dengan pengetatan protokol kesehatan berdampak pada beroperasinya pedagang. 

"Mungkin mereka berpikir tidak ada pembeli yang datang, daripada rugi dua kali, mending tidak jualan. Ternyata perkiraanya benar, memang hari ini sepi sekali," ungkapnya. 

Penerapan protokol kesehatan (Prokes) diperketat di pasar tradisional yang berada di Jalan Yos Sudarso, Danukusuman, Serengan ini. 

Selain posko penegakan prokes, setelah pasar tutup, seluruh area pasar akan disemprot dengan cairan desinfektan. 

"Apalagi kita pernah lock down sampai dua kali. Dari situ kita semakin meningkatkan prokes," tandasnya. (kan) 

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved