Breaking News:

Berita Kabupaten Pekalongan

KOPTI Kabupaten Pekalongan Genjot Stabilisasi Harga Kedelai

28 ton kedelai kembali diturunkan kepada produsen tempe tahu melalui Operasi Pasar Kedelai di Kabupaten Pekalongan

Editor: muslimah
Istimewa
28 ton kedelai kembali diturunkan kepada produsen tempe tahu melalui Operasi Pasar Kedelai di Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - 28 ton kedelai kembali diturunkan kepada produsen tempe tahu melalui Operasi Pasar Kedelai di Kabupaten Pekalongan.

Operasi Pasar Kedelai dilaksanakan sebagai upaya stabilisasi harga kedelai yang sempat melambung.

"Jika harga kedelai tidak kunjung stabil, kami mengkhawatirkan nasib para produsen tempe tahu ke depannya akan seperti apa", tutur Ketua Kopti Kabupaten Pekalongan Rohmah Nawawi.

Harga kedelai dalam Operasi Pasar Kedelai senilai Rp8.500 per kilogram. Sebelumnya harga kedelai di pasar mencapai Rp9.500 per kilogram. Puskopti (Pusat Koperasi

Produsen Tempe Tahu Indonesia) bersama Gakoptindo (Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia), Primkopti (Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia), didukung oleh Kementerian Pertanian dan Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) menggelar Operasi Pasar Kedelai  di Jawa guna menstabilkan harga. Operasi Pasar dinilai cukup efektif membantu para pelaku usaha berbahan dasar kedelai.

Rohmah berharap agar Operasi Pasar Kedelai ini terus digalakkan hingga harga kedelai kembali ramah bagi para produsen.

Operasi Pasar Kedelai ini adalah yang kedua kali diselenggarakan. Sebelumnya unit Kopti Kabupaten Pekalongan telah menurunkan 9 ton kedelai pada Operasi Pasar pertama. "Karena banyak produsen tempe tahu yang belum dapat, jadi kami

turunkan lagi 28 ton pada Operasi Pasar Kedelai kedua agar dapat menjangkau lebih luas lagi", imbuh Rohmah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved