Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswi Undip Asal Kudus Ciptakan Produk Minuman Unik Penjaga Imunitas

Pandemi Covid-19 hingga kini belum usai, dampak adanya pandemi Covid-19 sangat besar pada berbagai kegiatan. Salah satu dampak Covid-19

IST
Mahasiswi Ilmu Gizi Undip Fatmala Sinta Kartika menyosialisasikan pembuatan minuman herbal Bubble Tea. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pandemi Covid-19 hingga kini belum usai, dampak adanya pandemi Covid-19 sangat besar pada berbagai kegiatan.

Salah satu dampak Covid-19 pada bidang pendidikan adalah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Universitas Diponegoro (Undip) mengeluarkan kebijakan perubahan kegiatan KKN yang dilaksanakan secara mandiri (Individu) di lokasi tempat tinggal masing-masing mahasiswa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Meski kabar mengenai vaksinasi Covid-19 sudah beredar, namun masyarakat tetap dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah meningkatnya penularan Covid-19.

Pencegahan dan penularan Covid-19 pada masyarakat salah satunya dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta pemanfaatan kesehatan tradisional melalui pemanfaatan tanaman herbal yang kaya akan antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Diketahui bahwa minuman herbal seperti kunyit memiliki kandungan kurkumin yang dapat membantu menekan risiko infeksi di dalam tubuh.

Berdasarkan hal tersebut, mahasiswi Ilmu Gizi Undip Fatmala Sinta Kartika (20) melaksanakan kegiatan KKN secara mandiri di kampung halamannya yakni Dukuh Plumbungam dengan menjalankan program “Gerakan Konsumsi Minuman Herbal Kekinian untuk Menjaga Imunitas Tubuh di masa pandemi Covid-19”.

“Program dilaksanakan secara door to door di rumah warga Dukuh Plumbungan RT 09. Warga di Dukuh Plumbungan RT 09 cukup antusias menerima program edukasi ini,” katanya, Jumat (5/2/2021).

Minuman herbal kekinian yang dimaksud dalam program tersebut adalah produk minuman dengan menggunakan bahan herbal seperti kunyit dan jahe diolah menjadi minuman kekinian yang sekarang banyak digandrungi oleh kaula muda yakni Bubble Tea.

Produk minuman Bubble Tea yang awalnya menggunakan teh, kini diganti dengan menggunakan sirup dari sari kunyit dan jahe yang dicampur dengan susu dan boba.

Milk boba herbal ini syarat akan nilai gizi seperti protein dari susu, karbohidrat dari boba, serta kandungan antioksidan dari kunyit dan jahe.

Kegiatan edukasi ini, lanjut Sinta, dilaksanakan dengan memberikan poster langkah-langkah membuat milk boba herbal, manfaat dalam mengonsumsi minuman herbal, dan kandungan gizi yang ada pada produk herbal ini.

Selain itu diberikan poster mengenai informasi gizi dan gaya hidup untuk menjaga imunitas tubuh.

Selain kegiatan edukasi, masyarakat juga diberikan produk milk boba herbal yang sudah dikemas beserta label gizi (nutrition facts).

Dengan adanya kegiatan edukasi ini diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, sadar akan pentingnya penerapan gaya hidup bersih dan sehat, meningkatnya kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan, serta dapat terinspirasi untuk mengonsumsi jenis olahan baru minuman herbal. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved