Berita Semarang

Pasar Mangkang Lengang di Hari Pertama Jateng di Rumah Saja, Pedagang Tak Berjualan karena Banjir

Pada hari pertama, mayoritas pedagang Pasar Mangkang memilih tak berjualan. Ratusan pedagang menutup lapak mereka.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
Istimewa
Kondisi pasar Mangkang di hari pertama penerapan Jateng di Rumah Saja, Sabtu (6/2/2021).``` 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasar Mangkang, Kota Semarang, tetap beroperasi di tengah Gerakan Jateng di Rumah Saja.

Pada hari pertama, mayoritas pedagang Pasar Mangkang memilih tak berjualan.

Ratusan pedagang menutup lapak mereka.

Pondok Pesantren Al Iksan Meledak, Hampir Seluruh Bangunan Rusak, Santri Diungsikan

Profil dan Biodata Adi Sastro Pacar Asli Glenca Chysara, Main Bareng di Sinetron Ikatan Cinta

Diduga Stres Diusir Keluarga, Warga Semarang Gantung Diri di Pohon Waru Saat Banjir

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, KH Atabik Ali Mertua Anas Urbaningrum Meninggal Dunia

Hanya ada belasan pedagang di bagian ikan laut, ayam potong, sembako, dan sayur mayur, yang tetap berjualan.

"Total pedagang 416.

Pelapak 593.

Yang buka hanya 15 orang," jelas koordinator Pasar Mangkang Suparjo kepada Tribunjateng.com.

Tak jauh berbeda, lanjut dia, kondisi pembeli juga sangat sepi di Pasar Mangkang.

Dia menyebut, jumlah pembeli di kisaran 1 persen dibandingkan dengan jumlah pembeli pada hari biasa.

Kondisi itu, kata dia, selain adanya Jateng di Rumah Saja dipengaruhi juga faktor banjir yang melanda jalur Pantura Mangkang.

Kendati air banjir tak sampai masuk ke area pasar.

"Bisa diasumsikan banjir juga pengaruhi kondisi Pasar," terangnya.

Sebelumnya, sambung dia, pedagang Pasar Mangkang sudah sepakat tetap membuka Pasar saat Jateng di Rumah Saja.

Dengan catatan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kami bekerjasama dengan berbagai pihak terkait protokol kesehatan sebagai langkah memutus rantai Covid-19 di Pasar Mangkang," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, hari pertama Jateng di Rumah Saja di Kota Semarang memang dibarengi dengan serangkaian kejadian bencana di Kota Semarang terutama di Semarang bagian bawah.

"Ya tentu mengurangi aktivitas warga keluar rumah karena ada beberapa kejadian bencana banjir," terangnya selepas memantau kondisi warga korban banjir di Mangkang. (Iwn)

Satpol PP Karanganyar Tertibkan Hajatan di Wonolopo: Seharusnya Sudah Kami Bubarkan

2 Warga Semarang Tewas Akibat Longsor, Tim SAR Kesulitan Cari Dermadito yang Tertimbun Cukup Dalam

Dua Warga Kota Semarang Tewas Tersengat Listrik saat Banjir

Video Banjir Semarang Akibatkan Jalan Pantura Demak Macet Parah

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved