Breaking News:

Berita Tegal

Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Temui Nelayan Kota Tegal, Bahas Legalitas Cantrang 

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini, menemui para nelayan cantrang di pelabuhan.

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Muhammad Zaini, menemui para nelayan cantrang di Pelabuhan Kota Tegal, Jumat (5/2/2021).

Kedatangan Zaini di Tegal, untuk menerima aspirasi nelayan terkait kelanjutan izin penggunaan alat tangkap ikan cantrang. 

Ia mengatakan, hingga saat ini status perizinan penggunaan alat tangkap cantrang masih dalam evaluasi. 

Itu sebabnya ia menyengaja datang ke nelayan di berbagai daerah untuk menampung usulan yang ada.

Zaini mengatakan, pihaknya sudah mengantongi usulan dari nelayan di Subang, Indramayu, Cirebon, dan Tegal.

Ia masih akan melanjutkan perjalanan untuk menemui nelayan di Pekalongan, Demak, Pati, Rembang, Tuban, Lamongan, dan daerah lainnya.

"Ya masih evaluasi. Kita belum tahu kebijakannya, tetapi bahan evaluasinya akan didiskusikan. Setelah itu baru diputuskan," kata Zaini kepada tribunjateng.com. 

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengatakan, hasil diskusi sementara antara KKP dan nelayan, penggunaan alat tangkap cantrang harus diubah. 

Dari alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan menjadi ramah lingkungan. 

Menurutnya, sementara waktu ini nelayan Kota Tegal setuju dengan upaya perubahan cantrang menjadi alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. 

"Tadi beberapa hal yang sudah kita tangkap adalah, kelihatannya memang mau tidak mau kita harus berubah. Dari alat tangkap yang tidak ramah lingkungan jadi alat tangkap yang ramah lingkungan," jelasnya. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto mengatakan, para nelayan setuju supaya alat tangkap cantrang diubah menjadi lebih ramah lingkungan. 

Ia mengatakan, dalam diskusi pihaknya menyampaikan spec yang perlu diubah agar cantrang menjadi lebih ramah lingkungan. 

Ia mencontohkan misalnya dari segi jaring.

"Intinya kami mendukung dan siap untuk mengubah alat tangkap ini (red, cantrang) menjadi lebih ramah lingkungan," ujarnya. (*)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved