Breaking News:

6 Insiden Penusukan Terjadi di London Selatan dalam 24 Jam

Lima kasus kekerasan yang terjadi pada Jumat menyebabkan sembilan orang terluka dalam rentang antara pukul 18.00-21.00 waktu setempat.

Editor: Vito
tribunjateng/dok
ilustrasi penusukan 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Seorang pria berusia 24 tahun ditikam dalam insiden keenam yang terjadi di London selatan dalam waktu 24 jam, lapor The Guardian, Sabtu (6/2).

Penusukan terbaru itu terjadi di dekat stasiun West Croydon pada Sabtu sore, setelah lima insiden serupa terjadi pada Jumat.

Insiden penikaman keenam dalam waktu 24 jam telah terjadi di London selatan, dengan empat serangan terjadi dalam jarak 2,4 kilometer dari stasiun kereta West Croydon.

Polisi mengatakan, mereka diberitahu layanan ambulans London tentang penusukan di Jalan London, pukul 3 sore waktu setempat pada Sabtu, dekat persimpangan dengan Jalan Oakfield, Croydon. Lokasinya sangat dekat dengan stasiun.

Menurut Dinas Kepolisian Metropolitan setempat, korban dibawa ke rumah sakit di London selatan. "Kami menunggu kabar terbaru tentang kondisinya."

Namun, kepolisian belum mengatakan apakah penyerang sudah ditangkap atau belum.

Ketegangan antar-geng telah meningkat di London Road dengan tingkat kejahatan kekerasan tertinggi di London.

Sebelumnya, seorang pria ditikam sampai tewas dalam serangkaian kekerasan yang menyebabkan sembilan orang lain terluka dalam rentang antara pukul 18.00-21.00 waktu setempat pada Jumat.

Penikaman pria berusia 24 tahun di Croydon adalah peristiwa keenam, dan penyelidikan pun meliputi kejadian tersebut.

Meski waktunya dekat, polisi mengatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa lima insiden penikaman itu saling berkaitan.

Sementara itu, setelah dirawat di rumah sakit, kondisi korban penikaman dipastikan tidak dalam bahaya atau kritis. 

Diakon agung Croydon, Rosemarie Mallett, mengatakan, wilayah itu pada Sabtu adalah tempat yang sangat menyedihkan dan traumatis.

"Kami berdoa untuk tim tanggap darurat kami yang menangani insiden mengerikan ini. Kami berdoa untuk semua kelompok masyarakat yang menangani masalah kekerasan serius pada remaja, terutama karena lockdown telah mempersulit pekerjaan tersebut,” katanya di Twitter. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved