Breaking News:

KKN Undip

Antusiasme Warga Loireng Demak Bisa Sulap Limbah Bawang Jadi Pengusir Hama Tanaman

“Warga sangat tertarik dengan pestisida nabati dari kulit bawang tersebut dan ingin mencoba membuat sendiri di rumah,” katanya, Sabtu (6/2/2021).

IST
Anggota dari tim 1 KKN Undip 2021, Noor Wahyu Hadiningsih, membuat biopestisida dari rendaman kulit bawang dan melakukan edukasi kepada warga Loireng. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK- Tumbuhan bawang-bawangan sudah dikenal sejak dahulu memiliki banyak manfaat mulai dari daun hingga buahnya.

Namun, tahukah kamu bahwa kulit bawang yang biasanya dibuang juga memiliki sejuta manfaat?

Kulit bawang mengandung banyak sekali senyawa dan zat yang berguna bagi tanaman. Salah satunya adalah mineral antara lain kalsium, magnesium, kalium, fosfor, zinc, dan zat besi.

Dalam kulit bawang juga terdapat hormon auksin dan giberelin yang bisa memacu pertumbuhan tanaman, serta mengandung senyawa flavonoid dan acetogenin sebagai anti hama yang bisa merusak sistem pencernaan dari serangga.

Antusiasnya Warga Loireng Bisa Sulap Limbah Bawang Jadi Pengusir Hama Tanaman.
Antusiasnya Warga Loireng Bisa Sulap Limbah Bawang Jadi Pengusir Hama Tanaman. (Istimewa)

Sayangnya, sebagian besar masyarakat tidak mengetahui kalau kulit bawang bisa dijadikan anti hama dan langsung membuang kulit bawang tersebut.

Limbah kulit bawang sering dijumpai di lingkungan Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Limbah kulit bawang ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

Kurangnya pengetahuan tentang manfaat kulit bawang di Desa Loireng mendorong salah satu anggota dari tim 1 KKN Undip 2021, Noor Wahyu Hadiningsih, membuat biopestisida dari rendaman kulit bawang dan melakukan edukasi kepada warga Loireng.

Edukasi pembuatan biopestisida dari rendaman kulit bawang ini mulai dilakukan pada Senin (3/2/ 2021) dengan membagikan poster dan produk pestisida nabati secara door to door.

“Warga sangat tertarik dengan pestisida nabati dari kulit bawang tersebut dan ingin mencoba membuat sendiri di rumah,” katanya, Sabtu (6/2/2021).

Dengan adanya edukasi ini, lanjutnya, diharapkan warga Loireng memahami manfaat dari kulit bawang sehingga tidak membuangnya dan menimbulkan masalah lingkungan.

Lalu, bagaimana cara membuat pestisida nabati dari kulit bawang?

Membuat pestisida nabati sangatlah mudah, hal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan kulit bawang sebanyak 5 gram dengan air 1 liter yang kemudian direndam kedalam stoples plastik yang tertutup selama 1-2 hari.

Setelah itu saring rendaman kulit bawang dan pisahkan antara kulit bawang dengan larutan.

Larutan tersebut sudah bisa disemprotkan pada tanaman sebagai pestisida nabati. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved