Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa Undip Semarang Ajak Warga Sumurboto Ubah Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Melalui ecobrick ini juga dapat memberikan infomasi kepada masyarakat bahwa sampah plastik juga dapat memiliki nilai jual.

Istimewa
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim I tahun 2021 mengurus izin kegiatan edukasi mengenai pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim I tahun 2021 melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick kepada ibu rumah tangga di wilayah RT 03/RW 03 Kelurahan Sumurboto Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menyumbang sampah plastik terbesar, yaitu sekitar 0,5 juta – 1,29 juta ton per tahun.

Sampah plastik termasuk sampah anorganik yang membutuhkan 50 – 100 tahun untuk dapat terurai oleh alam.

Terkhusus di Kota Semarang, sampah yang dihasilkan berjumlah 1229 ton sampah setiap harinya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13% didominasi oleh sampah plastik. Pada masa pandemi Covid-19 produksi sampah harian semakin meningkat dan mencapai ratusan ribu ton.

Penambahan jumlah sampah ini tentu saja sangat berdampak besar bagi kehidupan laut, dimana seluruh sampah yang berasal di darat dapat terbawa oleh air hujan menuju sungai dan berakhir di laut sehingga menganggu ekosistem laut.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan pengaplikasian program 3R untuk mengolah sampah, dimana program yang paling sederhana adalah program Reuse (Pemanfaatan Kembali sampah).

Salah satu solusi termudah dalam melaksanakan program Reuse ini, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim I tahun 2021, Zulhulaifah membuat ECOBRICK menggunakan botol bekas air mineral dan sampah plastik.

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan dengan cara sosialisasi membagikan booklet via grup WhatsApp dikarenakan kondisi pandemi Covid 19 yang sedang terjadi.

Anggota yang tergabung dalam grup terdiri dari ibu rumah tangga di wilayah RT/RW 03/03 Kelurahan Sumurboto Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

“Booklet yang dibagikan berisi tentang informasi tentang, apa itu ecobrick, cara membuat, manfaat ecobrick, dan contoh produk yang bisa dihasilkan dari ecobrick. Selain itu, dibagkan video singkat tentang tuturial mengenai cara pembuatan ecobrick,” katanya, Minggu (7/2/2021).

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah terutama sampah plastik.

Melalui ecobrick ini juga dapat memberikan infomasi kepada masyarakat bahwa sampah plastik juga dapat memiliki nilai jual.

Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk saling menjaga dan melestarikan lingkungan dari kerusakan akibat menumpuknya sampah plastik. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved