Breaking News:

Smart Women

Simpul Manis Makrame Bikinan Icha yang Percantik Ruangan 

Kesenian makrame sendiri adalah kegiatan simpul menyimpul tali atau benang rajut untuk menghasilkan suatu karya tangan.

ISTIMEWA
Smart Women Yunita Kartikasari 

TRIBUNJATENG.COM - Seni makrame memang unik. Elemen penghias ruangan ini layak menjadi point of viewuntuk mempermanis suasana. Seni membuat makrame ini ditekuni benar oleh Yunita Kartikasari dalam kurun tiga tahun terakhir ini. Pada 2017 lalu, Icha, sapaannya, memulai minatnya membuat karya kerajinan tangan makrame ini. Ia berangkat ke Yogyakarta untuk belajar. Icha menempuh sekira 130 kilometer dari kota asalnya, Semarang untuk belajar mengenai seni makrame.

Kesenian makrame sendiri adalah kegiatan simpul menyimpul tali atau benang rajut untuk menghasilkan suatu karya tangan. Begitu pengertian singkat yang Icha ketahui tentang seni makrame. Ya, katanya, seni menggarap rantaian benang rajut pada saat itu masih cukup asing, terutama di Semarang.

"Dulu sekira 2017 akhir ada semacam workshop gitu di Yogya tentang seni makrame. Karena penasaran, aku pergi ke sana deh untuk belajar langsung karena di Semarang saat itu belum pernah ada workshop tentang makrame. Sedangkan di Yogya, seni makrame memang lebih dulu sudah digandrungi banyak orang. Seniman makramenya pun banyak di sana," ujar dara berusia 27 tahun itu sembari mengingat.

Sebelum mengikuti workshop tersebut, Icha memang sudah lebih dulu tertarik mengenai hal yang berhubungan dengan kain maupun benang. Bisa dibilang ia cukup paham lantaran sempat mengikuti les jahit selama sekira enam bulan. Ia mengikuti les tersebut setelah lulus dari kuliahnya di Undip. Tepatnya tahun 2015 lalu.

Alasan Icha mengikuti les karena ingin bisa membuat baju, kemeja, ataupun barang sejenisnya yang memiliki nilai jual. Harapan perempuan berkacamata ini memang ingin membuka usaha sendiri selepas lulus kuliah. Hal itu dibuktikan ketika semasa kuliah Icha memiliki bisnis sampingan menjual beragam baju.

"Zaman kuliah jadi semacam reseller baju. Makanya setelah lulus tertarik belajar menjahit supaya keinginan membuat baju yang sesuai dengan selera aku bisa terwujud. Seiring berjalannya waktu, bermain dengan kain dan benang ini malah jadi hobi baru yang bahkan tidak pernah terpikir

smartwomen  Yunita Kartikasari
smartwomen Yunita Kartikasari

kan oleh aku sejak kecil," cerita warga Kecamatan Tembalang, Kota Semarang ini.

Belajar menjahit adalah kegiatan sampingan yang Icha lakukan setelah lulus kuliah. Ya, seperti sarjana pada umumnya, Icha memiliki kegiatan utama yakni bekerja. Ia bekerja di bagian marketing dan promosi bagi salah satu perusahaan startup ternama tanah air selama empat tahun. Tepat 2019, ia berlabuh ke perusahaan startup lainnya hingga saat ini.

"Alhamdullilah, saya habis lulus sudah langsung kerja. Sebenarnya les jahit itu nyambi sambil kerja. Sekira tahun 2017, akhirnya aku ingin coba seriusi hobi ini. Aku mulai buat akun @craftecu di IG untuk menampilkan dan mempromosikan beragam hasil keahlian menjahit aku. Awalnya, saya lebih dulu main di kerajinan flanel. Kain flanel saya rangkai menjadi bunga-bungaan gitu," ungkapnya.

Keinginan terus belajar dan mengembangkan hobi membuat Icha mengenal seni makrame. Rasa penasaran dan keingintahuan itulah yang mengantarkan Icha rela ikut workshop makrame ke Yogyakarta. Baginya, makrame adalah sesuatu yang baru dan mengasyikan. Sehabis workshop itu, Icha akhirnya mencoba beralih dari kerajinan flanel menjadi makrame.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved