Berita Blora
Bupati Djoko Nugroho Marah, Kecewa Pelayanan RS Swasta Blora: Saya Ngelakoni Dewe
Bupati Blora Djoko Nugroho marah dan kecewa pelayanan RS swasta yang terkesan setengah hati layani pasien corona.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Bupati Blora Djoko Nugroho menyebut rumah sakit swasta di Blora terkesan terpaksa dalam menangani pasien corona.
Selain itu, dalam menyediakan ruang isolasi pun juga demikian.
"Saya katakan terpaksa.
Saya ngelakoni dewe kakak saya.
Namanya orang sakit ya diberi yang menarik.
Jangan mikir biaya dulu.
Biaya belakangan lah," ujar Djoko Nugroho, seusai menjalani suntik vaksin kedua di kompleks RSUD dr Soetijono Blora, Senin (8/2/2021).
• Bupati Blora Bandingkan Sakit Suntik Vaksin Corona dan Cacar, Lebih Clekit Mana?
Dia mengaku sedih melihat rumah sakit swasta yang katanya, terkesan terpaksa dan memberi pelayanan seadanya.
Dalam penanganan corona ini, menurutnya, lebih baik rumah sakit pemerintah di Blora dalam memberikan pelayanan.
"Banyak orang mengatakan kita (rumah sakit pemerintah) buruk, ternyata begitu jauh lebih bagus.
Artinya bisa bayangin swasta kayak apa," ujar dia.
Idealnya, menurut Djoko Nugroho, pandemi corona merupakan bencana yang menjadi tanggung jawab bersama.
Termasuk dari rumah sakit swasta.
"Maksudnya ini kan bencana kemanusiaan.
Tanggung jawab semuanya, tidak hanya tanggung jawab rumah sakit pemerintah, swasta harus andil, toh dibayari juga sama pemerintah.
Saya lihat kesannya terpaksa," ujar dia.
Perihal tudingannya kepada rumah sakit swasta, Djoko Nugroho berencana akan menggelar rapat bersama bersama pihak rumah sakit swasta dalam waktu dekat.
Rapat tersebut juga akan melibatkan dinas kesehatan setempat.
"Minggu ini rapat untuk memberi imbauan," ujarnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-blora-kecewa-rs-swasta.jpg)