Breaking News:

UNS Surakarta

Dr Saptono Hadi Pakar Farmasi UNS Solo: Minum Vitamin Harus Sesuai Dosis

Obat harus diminum sesuai dosis, begitu juga vitamin. Konsumsi vitamin tidak boleh sembarangan, harus sesuai dosis.

IST
Dr Saptono Hadi Ketua Program Studi S1 Farmasi Fakultas MIPA UNS Solo 

TRIBUNJATENG.COM,SOLO - Pandemi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan mengharuskan tiap orang meningkatkan proteksi diri.

Selain disiplin mematuhi protokol kesehatan, masyarakat juga sebaiknya melindungi diri dari dalam.

Salah satu cara melindungi dari dalam yaitu dengan meminum vitamin untuk meningkatkan imunitas dan stamina.

Namun, masyarakat perlu memahami aturan meminum vitamin.

Jangan sampai kalap minum vitamin sembarangan dengan dosis sebanyak-banyaknya lantaran takut dengan Covid-19.

Aturan meminum vitamin harus sesuai dengan dosis dan takaran yang pas.

“Obat harus diminum sesuai dosis, begitu juga vitamin. Konsumsi vitamin tidak boleh sembarangan, harus sesuai dosis. Efektivitas obat dan vitamin itu ya pada dosisnya,” jelas Dr. rer. nat. Saptono Hadi, S.Si., M.Si. Apt. yang merupakan pakar Farmasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini, Rabu (3/2/2021).

Dr. Saptono Hadi yang juga sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS itu juga menjelaskan bahwa setiap orang memiliki dosis masing-masing.

Meminum vitamin pun berbeda-beda takarannya.

Dosis minum vitamin itu harus mempertimbangkan faktor kondisi tubuh seperti sehat atau sakit, faktor usia, dan faktor berat badan.

Karena itulah, konsumsi vitamin juga sebaiknya sesuai saran dokter.

Kendati demikian, seseorang boleh mengonsumsi vitamin dengan bentuk yang berbeda-beda.

Salah satu contoh ada yang meminum vitamin berbentuk sirup di pagi hari kemudian meminum vitamin berbentuk tablet di malam hari.

“Bentuk sediaan bisa macam-macam, sirup atau tablet. Hal yang paling penting yakni harus tetap mematuhi dosis. Jangan melebihi atau mengurangi. Nanti kalau melanggar bisa ada efek samping. Kalau berlebihan juga kerja ginjal bisa lebih berat,” tandasnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved