Breaking News:

Berita Semarang

Ganjar: Usai Vaksin, Kasus Nakes yang Terpapar Covid Turun Cukup Drastis

Vaksinasi tahap pertama penyuntikan kedua untuk nakes di kabupaten dan kota di Jateng dimulai hari ini.

TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau proses vaksinasi nakes di RSUD Demak, Selasa (26/1/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Vaksinasi tahap pertama penyuntikan kedua untuk tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten dan kota di Jawa Tengah dimulai hari ini, Senin (8/2/2021).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengklaim vaksinasi tenaga kesehatan sudah dimulai dampaknya. Setiap pekan, kasus nakes yang terpapar Covid-19 berkurang.

"Dampaknya bagus. Sampai terakhir kemarin cukup bagus. Tiga pekan terakhir turunnya cukup drastis," kata Ganjar.

Berdasarkan data yang ada padanya, hingga pekan terakhir kemarin, ada 55 kasus nakes yang terpapar corona.

"Sebelum divaksin jumlahnya sekitar dua ratusan nakes yang terpapar. Jumlah itu turun jadi 170 kasus, kemudian turun lagi jadi 140 dan terakhir pekan kemarin 55," jelasnya.

Kabar tersebut, kata dia, bagus untuk meyakinkan masyarakat tentang efektivitas vaksin Covid-19. Pihaknya akan terus mendorong sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, jika vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan ini bisa menjadi acuan, sehingga bisa menjadi harapan untuk vaksinasi selanjutnya yang diperuntukan kelompok masyarakat lain.

"Kalau dari 200 kasus turun jadi 50-an kasus, itu artinya penurunan cukup besar. Yang tersisa hanya 25 persen," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, data penurunan angka kasus positif pada nakes itu diambil dari sistem Covid-19.

Dirinya membenarkan bahwa ada penurunan yang signifikan dari sebelum divaksin dan setelah divaksin.

"Itu cukup menggembirakan, karena penurunanya sangat drastis. Sebelum vaksinasi, tiap minggunya ada sekitar 250 nakes yang terpapar Covid-19 perpekan. Namun, setelah vaksinasi pada 14 Januari lalu, jumlah kasusnya terus mengalami penurunan, dari 250 kasus perpekan sekarang terakhir hanya 55 kasus saja," katanya.

Jika memang ada penurunan karena dampak vaksinasi, maka merupakan kabar yang menggembirakan.

"Tentu dengan kabar ini, masyarakat semakin menerima program vaksinasi dan program ini bisa dilanjutkan dengan baik. Harapannya nanti dengan vaksinasi lebih banyak dan bertahap menurunkan angka kesakitan di Jateng," ujarnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved