Breaking News:

Berita Sragen

Jenazah Mbah Pardi Hanyut 26 Kilometer di Bengawan Solo, Buktikan Janji Bunuh Diri

Tim gabungan sedang mengevakuasi jenazah kakek Pardiyono (66) di aliran Sungai Bengawan Solo lebih tepatnya di Kabupaten Sragen.

Istimewa
Tim gabungan sedang mengevakuasi jenazah kakek Pardiyono (66) di aliran Sungai Bengawan Solo lebih tepatnya di Dukuh Patikan RT 06, Desa Klandungan Kecamatan Ngrampal, Senin (8/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Setelah diduga menceburkan diri ke sungai, jenazah kakek Pardiyono (66) warga Dukuh Pengkok RT 19, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung akhirnya ditemukan.

Korban sudah hanyut sejauh 26 kilometer dari Jembatan Gantung Kliwonan, Sragen lokasi korban melompat ke sungai, Minggu (7/2/2021) pagi.

Tubuh korban diangkat dari aliran Sungai Bengawan Solo lebih tepatnya di Dukuh Patikan RT 06, Desa Klandungan Kecamatan Ngrampal, Senin (8/2/2021) siang.

"Pukul 13.18 WIB kami memperoleh informasi ada jenazah melewati Jembatan Sapen, Tanggan, Gesi," kata Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutresno.

Mendapat informasi tersebut pihaknya dan anggota tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban.

Namun pada pukul 13.37 tim SAR mendapatkan informasi bahwa jenazah sudah dinaikkan dari Patikan.

Joko mengatakan pihaknya melakukan evakuasi korban dengan memakai APD level 1.

Menggunakan ambulance rescue medic Alfa 02 PMI Sragen korban dilarikan ke kamar jenazah RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

"Korban sudah ditemukan di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal.

Kira-kira sudah hanyut sejauh 26 kilometer," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Sugeng Priyono.

Halaman
123
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved