Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa KKN Undip Semarang Ajari Ibu-ibu di Wonosobo Olah Ampas Kopi Jadi Lulur

Limbah atau sampah merupakan masalah utama Desa Sikunang, baik di Dusun Sikunang, Dusun Siterus, maupun Dusun Ngandam.

IST
Mahasiswa KKN Tematik Tim 7 Undip 2021, Ardimas Fauzan Huwaidi (kanan) melakukan sosialisasi pembuatan Lulur dari ampas kopi kepada ibu-ibu PKK di Dusun Sikunang, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Mahasiswa KKN Tematik Tim 7 Universitas Diponegoro 2021, Ardimas Fauzan Huwaidi, melakukan sosialisasi mengenai pembuatan Lulur dari ampas kopi kepada ibu-ibu PKK di Dusun Sikunang, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Limbah atau sampah merupakan masalah utama Desa Sikunang, baik di Dusun Sikunang, Dusun Siterus, maupun Dusun Ngandam.

Penyebabnya antara lain penumpukan sampah yang tidak dibarengi pengolahan atau pembuangan sampah ke TPS, fasilitas penunjang kebersihan seperti tempat sampah, dan kurangnya kesadaran warga (rendahnya SDM).

Penyebab tersebut sebagai sumber permasalahan sampah yang tidak kunjung selesai. Konsumsi kopi yang tinggi dan dicanangkannya program penanaman kopi sebagai bentuk usaha menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas Desa Sikunang akan menghasilkan ampas kopi. Hal tersebut menimbulkan inovasi membuat lulur dari ampas kopi.

“Pemanfaatan ampas kopi masih kurang terdengar. Biasanya ampas kopi langsung dibuang begitu saja,” kata Fauzan, Minggu (7/2/2021).

Hal tersebut, lanjut fauzan, dapat menambah jumlah limbah atau sampah yang dihasilkan. Padahal ampas kopi dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya sebagai lulur.

Penggunaan ampas kopi sebagai lulur didasari adanya kandungan antioksidan yang tinggi untuk mencegah penuaan dini. Butiran kasar pada ampas kopi untuk mengangkat sel kulit mati.

Lulur dari ampas kopi merupakan hasil dari program kerja dari Ardimas Fauzan, mahasiswa Jurusan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Fakultas Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro dengan dosen pembimbing Fahmi Arifan, S.T., M.Eng dan Ir. RTD. Wisnu Broto, M.T.

Dijelaskan Fauzan, Lulur yang beredar di pasaran banyak mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan reaksi berbeda pada tiap kulit setiap orang dan harganya yang masih relatif mahal.

“Sedangkan produk kami dibuat dari bahan alami yang aman digunakan, harga relatif murah, dan ramah lingkungan,” tandasnya.

Produk ini disosialisasikan kepada ibu-ibu PKK. Sosialisasi ini diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah ampas kopi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sikunang sehingga tercipta inovasi produk baru yang dapat dibuat dari program kerja ini.(*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved