Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa Undip Dampingi Warga Olah Buah Mangrove Pedada Jadi Selai Berbagai Rasa

Mahasiswa KKN Tim 9 Universitas Diponegoro, berupaya untuk mengembangkan potensi yang ada di Desa Karya Makmur.

IST
Mahasiswa KKN Tim 9 Universitas Diponegoro, Valdi Erlambang saat sosialisasi pemanfaatan buah mangrove menjadi Selai Buah Pedada Berbagai Rasa di Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. 

TRIBUNJATENG.COM, LAMPUNG - Desa Karya Makmur merupakan salah satu desa dari 11 desa yang ada di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung dan terletak di pesisir pantai.

Hal ini menyebabkan Desa Karya Makmur memiliki potensi hutan mangrove yang melimpah dengan berbagai jenis.

Antara lain Pedada (Sonnerita spp), Api-Api (Avicennia spp), Tancang (Bruguiera sp), jeruju (Acanthus sp) dan Bakau (Rhizophora sp).

Salah satu jenis mangrove yang berpotensi untuk dimanfaatkan adalah Mangrove Pedada.

Mahasiswa KKN Tim 9 Universitas Diponegoro, Valdi Erlambang berupaya untuk mengembangkan potensi yang ada di Desa Karya Makmur, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi pemanfaatan buah Pedada menjadi selai yang memiliki berbagai rasa.

“Sosialisasi dilakukan pada tanggal 28 Januari 2021 di TPQ Al-Barokah, Dusun 4 Desa Karya Makmur, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung,” katanya, Senin (8/2/2021).

Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja dari Valdi Erlambang, mahasiswa Jurusan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Fakultas Sekolah Vokasi, Undip dengan dosen pembimbing Bapak Fahmi Arifan, S.T., M.Eng. dan Bapak Ir. RTD. Wisnu Broto, ini di dasarkan dengan keberadaan tanaman mangrove jenis Pedada yang dijumpai di sekitar sungai yang mengarah ke laut.

“Tanaman mangrove ini hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan buah yang dihasilkan tidak diperhatikan. Di sisi lain, buah Pedada memiliki banyak manfaat. Yakni mengandung karbohidrat, lemak, protein serta vitamin A, B1, B2, dan C,” katanya.

Menurutnya, bentuk buah ini seperti buah terong lalap dengan aroma manis namun rasanya masam dan kecut.

Oleh sebab itu, Valdi berinovasi membuat Selai Buah Pedada Berbagai Rasa.

Selai ini diproduksi dengan memanfaatkan endapan yang terbentuk di atas larutan sari buah pedada yang di rebus dan rasa asli dari selai ini sangat unik yakni masam, manis, dan kecut bergabung jadi satu.

Selai buah pedada juga dapat dipadukan dengan perasa buah lainnya, seperti strawberry, cocopandan dan nantinya dapat dimanfaatkan pada roti ataupun makanan yang lain (biscuit).

Adanya sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan semangat pada warga Desa Karya Makmur untuk selalu berinovasi dan meningkatkan kreativitas, perekonomian, dan keunikan desa serta produk yang dihasilkan mampu menjadi salah satu ciri khas atau cinderamara untuk Desa Karya Makmur. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved