Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang Olah Limbah Kulit Kentang Jadi Hair Tonic

Limbah merupakan salah satu permasalahan utama warga Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

IST
Mahasiswa KKN Undip 2021, Siti Dianti (memakai hijab dan sedang berbicara) saat sosialisasikan pemanfaatan limbah kentang jadi hair tonic ke warga Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Limbah merupakan salah satu permasalahan utama warga Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Menumpuknya sampah, kurangnya fasilitas pembuangan sampah umum, dan kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan menjadi paket lengkap penyebab permasalahan sampah yang tak kunjung usai.

Seperti yang sudah diketahui, salah satu komoditas utama masyarakat Desa Sikunang ialah kentang.

Kentang mayoritas digunakan oleh masyarakat sebagai bahan masakan.

Berlimpahnya jumlah kentang yang terdapat di desa menyebabkan menumpuknya juga limbah berupa kulit kentang.

Menurut mahasiswa KKN Undip 2021, Siti Dianti, pemanfaatan dari limbah kulit kentang masih kurang lazim didengar.

Umumnya, limbah berupa kulit kentang langsung dibuang begitu saja.

“Hal tersebut tentunya menambah jumlah volume sampah yang dihasilkan. Jika ditilik lebih lanjut, kulit kentang ternyata masih memiliki manfaat,” katanya, Minggu (7/2/2021).

Ia mengungkapkan, salah satu manfaat dari kulit kentang adalah untuk kesehatan rambut.

Kandungan vitamin B6 dan zinc yang terdapat pada kulit kentang dipercaya dapat menyamarkan uban dan menguatkan akar rambut.

Oleh karena itu, kulit kentang dapat dimanfaatkan sebagai hair tonic, yakni sediaan berbentuk cairan yang digunakan sebagai vitamin rambut.

Produk ini merupakan hasil dari program kerja Siti Dianti, mahasiswa jurusan Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Fakultas Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro dengan dosen pembimbing Fahmi Arifan, S.T.,M.Eng dan Ir. RTD. Wisnu Broto, M.T.

Produk ini kemudian disosialisasikan kepada anggota KPSM (Kelompok Pengolah Sampah Mandiri) Desa Sikunang.

“Sosialisasi ini diharapkan menghasilkan output berupa pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah secara optimal dan juga implementasi ilmu yang diberikan menjadi produk berupa hair tonic yang bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Selanjutnya, diharapkan dengan produk ini menjadi suatu terobosan inovasi baru yang memiliki manfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Sikunang sehingga hasil dari program kerja ini memiliki hasil yang berkelanjutan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved