Breaking News:

Penanganan Corona

Tidak Ada Efek Samping, Hartopo Antusias Divaksin Tahap Kedua

Setelah divaksin tahap pertama pada 25 Januari lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo kembali divaksin Sinovac tahap dua, Senin (8/2/2021).

Istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo kembali divaksin Sinovac tahap dua bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus, di RSUD dr Loekmono Hadi, Senin (8/2/2021).‎‎ 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Setelah divaksin tahap pertama pada 25 Januari lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo kembali divaksin Sinovac tahap dua, Senin (8/2/2021).

Penyuntikan vaksin dilakukan dr. Noor Hadi, yang diikuti sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kudus.

Kemudian secara bergiliran, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Kepala RSUD dr. Loekmonohadi, Kepala BPJS Kesehatan Kudus, dan Ketua IDI Kabupaten Kudus juga divaksin.

Hartopo menyampaikan, setelah divaksin tahap satu, pihaknya tak merasakan efek samping yang signifikan. 

Oleh karena itu, ketika vaksin tahap dua dilakukan, Plt. Bupati pun mantap. Sistem imun diyakini semakin kuat dan dapat meminimalisir tertular Covid-19. 

"Tidak ada efek samping, jadi saya antusias divaksin kedua. Kegunaan vaksinasi tahap dua untuk booster antibodi kita," ucapnya, Senin (8/2/2021.

Pihaknya memaparkan lebih dari 4.000  atau sekitar 70 persen tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus telah divaksin. 

Angka tersebut sudah maksimal mengingat sejumlah tenaga medis mempunyai penyakit komorbid,hamil, atau menyusui.  

Beberapa temaga medis juga merupakan penyintas Covid-19. Oleh karena itu, vaksinasi tidak bisa mencapai 100 persen. 

Dengan capaian tersebut, Kabupaten Kudus menempati ranking 7 di Jawa Tengah terkait pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan.

"Tenaga kesehatan yang divaksin tidak sampai 100 persen, karena punya penyakit komorbid, atau sedang hamil maupun menyusui," paparnya.

Setelah tenaga kesehatan, giliran pegawai publik yang divaksin. Semua orang yang masuk dalam kategori tersebut meliputi Polri, TNI, guru, ASN, tokoh agama, pedagang hingga ojek online.

Kalau seluruh masyarakat telah divaksin, Hartopo berharap seluruh masyarakat dapat kebal dan tidak tertular Covid-19. Aktivitas sehari-hari pun dapat kembali seperti dahulu.

"‎Kalau seluruh masyarakat telah divaksin, bukan tak mungkin kita kembali beraktivitas seperti dahulu.

Dapat tersenyum bibir, tidak hanya senyum mata seperti saat ini (karena memakai masker-red)," tuturnya. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved