Breaking News:

Berita Demak

Banjir di Desa Sayung Makin Parah, Aktivitas Warga Terhambat, 10.000 Jiwa Terdampak

Banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak semakin parah, Senin (8/2/2021).

TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Masruh warga Dukuh Sayung Loro harus menggunakan sampan buatannya sendiri jika berpergian keluar rumah. 
Kondisi rumah warga Dukuh Sayung Kulon, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang terendam banjir, Senin (8/2/2021).
Kondisi rumah warga Dukuh Sayung Kulon, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang terendam banjir, Senin (8/2/2021). (Tribun Jateng/Muhammad Yunan Setiawan)

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak semakin parah, Senin (8/2/2021).

Kepala Desa Sayung Munawir menjelaskan, delapan dukuh di Desa Sayung, yakni Sayung Lor, Sayung Kulon, Sayung Wetan, Sayung Kidul, Ngepreh  Babadan, Lengkong, Ngablaksari semuanya terendam banjir.

Kondisinya, kata dia, diperparah dengan jebolnya tanggul di tiga titik di Sungai Dombo pada Senin.

"Titik jebolnya tanggul berada di Desa Sayung di sebelah timur. (Ketinggian air yang menggenangi rumah warga) 1-1,5 meter," katanya kepada Tribun Jateng.

"Kita gotong-royong bersama warga, mengisi karung dengan tanah untuk menutup tanggul," imbunhya.

Salah seorang warga Dukuh Sayung Lor Masruh (63) mengatakan, akibat banjir inin dia pergi ke Dukuh Sayung Kulon yang berjarak 50 meter saja harus menggunakan sampan. Karena ketinggian banjir sudah mencapai 60 centimeter.

"Ini keluar rumah ke  Sayung Kulon beli material besi mau buat pagar rumah untuk tempat ngungsi.  Karena rumahnya sudah tidak bisa memakai masak," katanya.

Meski kondisi rumah sudah terendam banjir, kata dia, barang berharga di rumah selamat dan tidak ada yang terendam banjir.

"Alhamdulillah selamat. Karena sebelumnya sudah persiapan," ungkapnya.

Senada dengan Masruh, Arip (33) menuturkan warga sudah bersiap sejak Sabtu (6/2/2021) menghadapi banjir dengan menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Menurutnya, banjir besar yang menimpa daerahnya siklus tiga tahunan. Setiap tiga tahun sekali ada banjir besar. Kata Arip, banjir kali ini lebih parah dengan banjir besar yang terjadi tiga tahun lalu.

Pasalnya, akibat banjir ini dia tidak bisa berangkat kerja. Bahkan tempat kerjanya di kawasa Terboyo juga ikut terendam banjir.

"Tadi pagi perusahaan telfon suruh libur. Terboyo banjirnya segini (sepinggang). Kantor suruh libur dulu satu sampai dua hari," paparnya.

Terkait banjir ini, Kepala Desa Sayung Munawir mengatakan terdapat 10.00 ribu jiwa yang terdampak. Untuk itu, dia meminta pihak terkait segera turun ke lapangan dan mendirikan dapur umum karena kondisi warga sudah parah. (*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved