Breaking News:

Dian Sulap Sampah Plastik dan Koran Jadi Bunga Cantik dan Tas Modis

Dian ibu rumah tangga di Kelurahan Kejambon, Tegal Timur memanfaatkan sampah plastik di lingkungannya menjadi macam-macam bunga

Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
Dian tunjukkan aneka kerajinan berbahan plastik dan koran di Tegal 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Memanfaatkan sampah plastik menjadi aneka kerajinan sudah mudah ditemuai di banyak daerah. Namun kreativitas Dian (42) ini cukup menonjol karena suvenir yang dihasilkan bervariasi.

Dian ibu rumah tangga di Kelurahan Kejambon, Tegal Timur memanfaatkan sampah plastik di lingkungannya menjadi macam-macam bunga berbagai ukuran. Hal ini sudah dimulai sejak 2014 silam hingga kini masih berlangsung.

"Sejak 2014, awalnya saya emang suka dengan daur ulang. Saya juga melihat lingkungan sekitar kok banyak kantung plastik. Terus saya buat kerajinan," ujar Dian Retno Wati, Jumat (5/2/2021).

Dian mengaku menjalankan daur ulang sampah ini adalah usaha rumahannya sendiri, akan tetapi dalam proses berjalannya selalu ditemani oleh suaminya. "Ini usaha saya bersama suami. Kita ambil limbah plastik tetangga dan dari bank sampah. Selain menghasilkan banyak kerajinan sekaligus mengurangi limbah plastik," terang Dian.

Ketika banyak pesanan, Dian juga harus beli bahan baku plastik sampah itu karena kadang stok sampah sudah habis.

"Bahan yang digunakan asli dari sampah yang didapatkan dari tetangga dan bekerjasama dengan bank sampah," jelasnya.

Kerajinan yang dihasilkan Dian hari daur ulang sampah plastik antara lain bunga, tas dari plastik, miniatur becak berbahan koran, sepeda, kotak tisu, tas dan guci.

Selain menjual hasil kerajinan dari rumah dan dengan mengandalkan pameran yang diselenggarakan pemerintah kota, Dian juga memanfaatkan sosial media untuk menjadi lapaknya menjual hasil kerajinan yang ia buat.

"Karena kita jualnya online di WhatsApp, Facebook dan Instagram. Jadi pembelinya kebanyakan itu jauh-jauh ada yang dari luar jawa, kalau pembeli langsung itu jarang," ujar pengrajin sampah plastik dan koran ini.

Dian menyebutkan harga kerajinan yang ia buat, baik yang terbuat dari plastik maupun koran. Bunga kresek hanya Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribu. Berbahan koran cukup Rp 5 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Gelar Pelatihan
Selain menggeluti daur ulang sampah plastik dan koran, Dian juga mengajarkan keahliannya kepada tetangga dan banyak orang. Pelatihan dilaksanakan secara offline dan online.

Namun selama pandemi ini, Dian hanya melayani pelatihan secara online. Dalam sebulan bisa menghasilkan sekitar Rp 3 juta sudah termasuk pendapatan dari pelatihan keterampilan itu. (Asri Laori Wulandari Mahasisiwa UIN Walisongo magang Jurnalistik Tribunjateng.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved