Breaking News:

Berita Karanganyar

Disdagnakerkop UKM Karanganyar Buat Program SDC Untuk Siapkan Tenaga Kerja

Disdaganerkop UKM Karanganyar bentuk program SDC untuk menyiapkan para angkatan kerja. 

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdaganerkop) UKM Karanganyar membentuk program Skill Development Center (SDC) untuk menyiapkan para angkatan kerja. 

Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Martadi menyampaikan, program SDC untuk memberikan pelatihan kepada para angkatan kerja. Ada beberapa bidang pelatihan yang diberikan kepada para peserta seperti kuliner, menjahit, pengolahan bahan pertanian, las dan lainnya. 

Dia menuturkan, sampai saat ini sudah ada sekitar 2.000-an orang yang telah mendaftarkan diri dalam program SDC.

Nantinya dalam pelaksanaan pelatihan tetap mempertimbangkan kondisi terkini terutama pandemi Covid-19. 

"Kalau memungkinkan tatap muka ya tatap muka. Kalau tidak ya virtual. Prakteknya tetap datang. Ini masih tahap mengajukan anggaran, sekitar Rp 1,6 miliar. Dapatnya berapa tergantung Pak Bupati. Per orang paling tidak anggarannya Rp 5 juta," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (8/2/2021). 

Selain bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Karangpandan, dinas terkait juga akan menggandeng SMK yang ada di Karanganyar. Martadi menuturkan, sudah melakukan survei sekolah mana saja yang layak untuk mengadakan pelatihan. Ada 11 sekolahan yang telah disurvei. 

Lanjutnya pelatih atau instruktur dalam program tersebut nantinya selain menggandeng instruktur dari BLK juga dari instruktur lain. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan untuk melibatkan guru-guru yang ada di SMK untuk memberikan pelatihan. 

"Program ini utamanya untuk anak-anak petani dan buruh. Nantinya dengan adanya SDC itu dapat menyiapkan para angkatan kerja.  Penempatan kerja bisa saja kita salurkan. Kita dari dinas kan ada yang mencari lowongan kerja di perusahaan. Semisal nanti pabrik sepatu butuh berapa orang, pabrik garment butuh berapa orang," jelasnya Martadi.

Menurutnya, pertimbangan dibentuknya program ini karena dampak ekonomi yang terjadi akibat adanya pandemi virus Covid-19. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved