Breaking News:

Banjir Semarang

Empat Hari Terkepung Banjir, Warga Genuksari Semarang Mulai Diserang Gatal-gatal, Flu dan Kembung

Mereka mengeluhkan berbagai penyakit seperti gatal-gatal, masuk angin, kembung hingga flu dan demam

TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Kondisi Banjir di Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Selasa (9/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang telah dikepung banjir selama empat hari sejak Jumat (5/2/2021).

Ketinggian banjir beragam mulai dari 30 sentimer hingga satu meter.

Dampaknya, warga pun mulai merasakan berbagai gejala lantaran selalu beraktivitas di genangan air.

Mereka mengeluhkan berbagai penyakit seperti gatal-gatal, masuk angin, kembung hingga flu dan demam.

Seorang relawan penanganan banjir Kelurahan Genuksari, Darman mengatakan, kebutuhan pokok berupa makanan dan bahan makanan sudah tercukupi dari pemerintah, lembaga, maupun komunitas.

Kini, bantuan yang sangat dibutuhkan warga yakni bantuan medis dan obat-obatan.

"Kebutuhan pokok sudah tercukupi. Sekarang yang sangat dibutuhkan pengobatan karena warga mulai merasa gatal-gatal, sering masuk angin dan efek banjir lainnya," ucap Darman.

Senada, Ketua RT 7 RW 3 Genuksari, Bagyo mengatakan, pengobatan medis secara gratis memang sangat diperlukan.

Hingga hari keempat diterjang banjir, mayoritas warga memilih tetap bertahan di rumah meski air masuk ke dalam rumah.

"Kami tidak mau mengungsi. Sementara kami tidur di atas kursi, tapi untuk makan kami dapat bantuan dari Dapur Umum dan Pemerintah," katanya.

Menurutnya, banjir yang terjadi sejak Jumat itu tak kunjung surut maskipun intensitas hujan sudah berkurang.

Banjir hanya surut sedikit lantaran di daerah sini masih menunggu pompa kali Seringin dan Tenggang yang digunakan untuk memompa air di area Kaligawe terlebih dahulu. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved