Breaking News:

Berita Kendal

Kecelakaan 3 Hari Berturut-turut, Tanjakan Pakeman di Kendal Dipercaya Ada Unsur Mistis

Beberapa warga memercayai bahwa terdapat unsur mistis di sekitar tanjakan Pakeman, Kendal.

Istimewa
Kolase tangkapan video kecelakaan mobil meledak di tanjakan Pakeman, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Minggu 7 Februari 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa warga memercayai bahwa terdapat unsur mistis di sekitar tanjakan Pakeman, Desa Sidodadi, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah.

Satu di antara hal yang membuat warga percaya yakni sering terjadinya kecelakaan di sana.

Tanjakan yang arahnya menuju Temanggung tersebut diketahui cukup curam. Terlebih lagi, di samping jalan tidak ada permukiman, melainkan jurang sedalam belasan meter dan kebun-kebun.

Satu jalur hanya muat satu lajur atau satu mobil.

“Sudah sejak dahulu di sini sering terjadi kecelakaan. Pernah ada korban, seorang sopir truk meninggal,” ujar Sukari (22), warga setempat.

Sejumlah kecelakaan yang terjadi melibatkan kendaraan hingga masuk atau terperosok ke jurang. Beberapa di antara penyebab yang diketahui yakni mobil atau truk yang tidak kuat menanjak sehingga mundur dan jatuh ke jurang.

Insiden yang terjadi baru-baru ini yakni kecelakaan di tempat yang sama selama tiga hari berturut-turut.

Dari keterangan Sukari, kecelakaan di tanjakan tersebut terjadi sejak Jumat hingga Minggu (5-7/2/2021) lalu.

Peristiwa terakhir yakni terbakarnya mobil Hijet 1000 milik Fauzi usai terperosok dan terguling-guling di jurang tersebut pada Minggu siang.

“Sebelumnya ada truk tanpa muatan yang terperosok namun tidak sampai terguling. Evakuasinya cukup lama sehingga terjadi kemacetan. Sebelumnya lagi mobil pribadi yang tidak kuat menanjak lalu hampir terperosok,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selain penyebab medan yang rawan kecelakaan, terdapat juga unsur mistis yang sudah diyakini para warga setempat.

“Kalau saya tidak pernah melihat langsung, tapi banyak yang bilang ada seorang hantu perempuan penjaga tempat ini,” ungkapnya.

“Namun saya sendiri beranggapan bahwa kejadian Hijet yang jatuh ke jurang dan terbakar tersebut karena jalannya licin saat tak kuat menanjak dan mundur, sehingga meskipun pengemudi sudah mengerem tetap jalan karena ban selip,” imbuhnya.

Sementara itu, Fauzi (28), warga Semarang, pemilik sekaligus pengemudi mobil Hijet 1000 tersebut mengaku bahwa mesin mobil yang ia kemudikan saat menanjak tiba-tiba mati, bukan tidak kuat menanjak.

“Mesinnya tiba-tiba mati. Langsung saya rem tangan dan rem kaki tapi tetap saja mundur. Kemudian terguling-guling sekitar tiga kali hingga saya bersama keluarga saya di dalam mobil bergelimpangan,” katanya.
Dari ketiga kecelakaan yang terjadi berturut-turut tersebut, tidak ada korban jiwa dan luka berat. Kecelakaan itu terjadi saat cuaca sedang dalam kondisi hujan. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved