Breaking News:

Berita Sragen

Polres Sragen Siap Mengawal PPKM Mikro

Menghadapi PPKM di Kabupaten Sragen, Polres Sragen akan mengawal penerapan PPKM berskala mikro.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi ketika ditemui usai apel di Lapangan Wira Pratama Polres Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sragen, Polres Sragen akan mengawal penerapan PPKM berskala mikro.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan menghadapi program PPKM Mikro, pihaknya akan mengawal dan mengupayakan beberapa program.

PPKM Mikro yang menyasar kelompok terkecil dalam masyarakat di tingkat desa diharapkan personelnya bisa bersinergi dengan Satgas Covid-19 di tingkat desa untuk memerangi virus corona.

"Kita akan menghadapi program PPKM Mikro yang sejatinya merupakan penterjemah PPKM mikro adalah pada lingkup terkecil yakni di desa."

"Di desa akan diupayakan suatu organisasi preventif, merekayasa orang keluar masuk desa dibatasi kemudian juga berperilaku masyarakat," katanya.

Selain itu kegiatan preventif dari level kecil yakni melakukan edukasi kepada masyarakat, apabila ada kerumunan di ingatkan untuk segera diingatkan.

Ardi mengatakan represif mitigasi juga menjadi fokusnya yakni permasalahan seperti adanya isolasi mandiri di suatu desa. 

Dia mengatakan jangan sampai permasalahan seperti itu diberikan seluruhnya ke institusi kesehatan atau tenaga medis. 

"Sebaiknya ada tempat isolasi mandiri di tiap desa. Jangan semuanya diserahkan kepada tenaga kesehatan. Sekarang tingkat okupansi rumah sakit sudah tinggi. Rata-rata 80%. Belum semua masyarakat dapat pelayanan kesehatan di rumah sakit," kata Ardi.

Kapolres mengakui belum ada petunjuk yang lebih spesifik dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan PPKM di tingkat mikro.

Namun sesuai instruksi Presiden Jokowi, kata Kapolres, masyarakat harus bisa merekayasa untuk mencegah penularah Covid-19.

Ardi mengatakan letatausahaan atau pengorganisasian di tingkat desa harus dioptimalkan. 

"Siapa berbuat apa, bertanggung jawab kepada siapa? Evaluasi dan pertanggungjawabannya bagaimana? Pemanfaatan sumber daya bagaimana?," Katanya. 

Pandemi Covid-19 dikatakannya bukan 1-2 bulan, bahkan hampir satu tahun pun belum selesai. Dia mengatakan tidak ada yang tahu kapan Pandemi akan berakhir.

"Oleh sebab itu, penatausahaan yang rapi perlu dioptimalkan. Ibarat berlari itu perlu strategi. Kalau tidak, tentu ngos-ngosan," pungkasnya. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved