Breaking News:

KKN Undip

Bantu Ketahanan Ekonomi,Mahasiswa Undip Bikin Platform Sembako dari Warga untuk Warga

Dampak dari pandemi ini juga dirasakan oleh warga Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang khususnya pada sektor ekonomi.

IST
Mahasiswa Universitas Diponegoro bersama warga Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki tahun 2021 yang masih berada dalam masa pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa Universitas Diponegoro untuk menjalani KKN Tim I Periode 2020/2021 secara mandiri di daerah masing-masing.

Dampak dari pandemi ini juga dirasakan oleh warga Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang khususnya pada sektor ekonomi.

Kelurahan Tawangmas terdiri dari 10 RW yang terbagi menjadi dua karakteristik yaitu warga perumahan dan warga perkampungan.

Hal ini menjadi latar belakang mahasiswa Undip, Wydiandari Chandra, Teknik Arsitektur) untuk membantu warga yang terdampak ekonomi dengan mengadakan platform sembako dari warga untuk warga.

Konsep dari platform ini adalah adanya sebuah media bagi warga yang memiliki rezeki lebih untuk dapat membantu tetangganya yang terdampak ekonomi dimasa pandemi melalui sembako yang diletakkan pada media tersebut.

“Media ini dapat diletakkan di area yang sering dilintasi warga,” kata Wydiandari Chandra, Senin (8/2/2021).

Ide awal dari media yang akan digunakan untuk platform ini semula pipa yang dirangkai, namun berdasarkan hasil diskusi dan survei lapangan, pipa tidak kokoh dan biaya yang dikeluarkan tidak murah.

Selanjutnya, mahasiswa ia mencoba alternatif lain menggunakan media besi. Dengan media besi, platform sembako ini menjadi kokoh namun biaya yang dikeluarkan melambung tinggi.

Ia kembali mencari alternatif lain dan memutuskan untuk menggunakan tiang gantungan baju yang dimodifikasi sebagai media platform sembako dari warga untuk warga.

“Selain kokoh, media ini juga tidak memakan biaya yang terlalu mahal,” katanya.

Setelah menentukan media yang digunakan, mahasiswa Undip tersebut melengkapi platform sembako dengan spanduk berjudul “Yuk Podo Sedekah Nulungi Tonggone” yang diartikan sebagai ajakan untuk bersedekah menolong tetangga, beberapa paket sembako serta masker.

Proses perakitan platform sembako ini dilakukan mahasiswa Undip bersama dengan pengurus Kelurahan Tawangmas.

Pada 26 Januari 2021, mahasiswa Undip menyerahkan platform sembako dari warga untuk warga ini kepada Kelurahan Tawangmas untuk kemudian dapat diletakkan bergilir di Kelurahan Tawangmas.

“Harapannya platform sembako ini dapat membantu warga yang terdampak ekonomi pada masa pandemi Covid-19 melalui warga disekitarnya,” katanya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved