Breaking News:

Kesehatan

Cek! Minyak Essential Bisa Atasi Ruam akibat Penggunaan Popok

biasanya tumbuhan yang bisa diproses menjadi minyak atsiri adalah jeruk. Mulai dari daun, kulit, hingga buah jeruknya.tahun

Tribun Jateng/ Dina Indriani
Slamet saat melakukan proses packaging produk minyak serai miliknya, Kamis (23/7/2020). 

MINYAK esensial itu lebih tepatnya disebut sebagai minyak atsiri, bukan minyak aroma terapi. Sebab, minyak aroma terapi bisa berasal dari bahan-bahan sintetis yang mengandung fragrance (parfum). Minyak atsiri sendiri adalah minyak yang diambil dari bagian tubuh tumbuhan, mulai dari akar, batang, daun, biji, hingga buahnya yang diproses melalui tiga cara.

Menurut Muhammad Bactiar Rifai ST, Formulator Essential Oil,  biasanya tumbuhan yang bisa diproses menjadi minyak atsiri adalah jeruk. Mulai dari daun, kulit, hingga buah jeruknya bisa disuling menjadi minyak atsiri. Untuk mengetahui suatu tumbuhan bisa menghasilkan minyak atsiri adalah dengan mengetahui apakah tumbuhan tersebut mengeluarkan bau aroma atau tidak. Misal dari akar, contohnya tumbuhan akar wangi. Akar wangi bisa banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Kemudian, dari daun ada sereh, daun salam, sirih, nilam, dan masih banyak lainnya. 
Kemudian dari buah ada jeruk dan buah cemara. Buah cemara ini kemungkinan tidak ada di Indonesia. Biasanya para peracik mendapatkan buah tersebut dari impor.
Minyak atsiri atau esensial masing-masing memiliki fungsi berbeda, tergantung kandungan dari minyak tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan antara satu kandungan dengan kandungan lain memiliki fungsi yang sama. Umumnya, karena Indonesia ini adalah negara tropis, maka minyak-minyak yang dihasilkan memiliki fungsi untuk menghangatkan badan, penyakit kulit, dan pengusir serangga.
Minyak atsiri ini memang sedang tren digunakan untuk bayi. Mulai dari usia 0 sampai 2 tahun, hanya direkomendasikan tiga jenis minyak atsiri. Dari yang paling umum adalah minyak atsiri berbahan kamomil. Tumbuhan ini biasanya dari Eropa. Lalu, minyak berbahan lavender. Dari beberapa literatur menyebutkan, minyak esensial oil lavender boleh dipakai langsung ke bayi. Sedangkan minyak lainnya tidak boleh langsung karena harus dilarutkan terlebih dahulu dengan minyak pelarut lainnya. Terakhir, minyak yang boleh dipakai untuk bayi adalah berbahan jeruk-jerukan. Misalkan lemon, jeruk mandarin, dan sebagainya.
Minyak yang boleh dioleskan langsung ke bayi disarankan hanya untuk ke bagian ruam kulit saja. Misalnya ruam karena penggunaan popok. Ruam tersebut bisa dioleskan dengan minyak atsiri kamomil dan lavender. Namun, penggunaannya jangan terlalu banyak. Sebisa mungkin, gunakan minyak yang masih menempel di bagian kemasan atau botol tuangnya saja. Minyak ini hanya boleh dioleskan di bagian ruam popok saja. Tidak dianjurkan ke bagian kulit lainnya.
Untuk penggunaan oles di bagian kulit lainnya, sebaiknya campurkan minyak atsiri tersebut dengan minyak pelarut terlebih dahulu. Paling aman, kalian bisa gunakan minyak pelarut seed almond dan jojoba oil. Dua jenis minyak pelarut itu paling aman dan lembut untuk bayi. Namun, ada alternatif lain untuk mencari minyak pelarut yang terjangkau ialah dengan memakai minyak kelapa.
Pemakaian minyak atsiri secara umum ada tiga, termasuk digunakan ke bayi atau anak-anak. Yang pertama adalah dengan cara topical. Topical adalah pemakaian yang langsung menyentuh pada kulit. Misalnya dioles, dipijat, dan sejenisnya. Kalau untuk bayi, sebaiknya dicampur terlebih dahulu dengan minyak pelarut. Yang kedua adalah dengan cara aromatic. Cara ini memerlukan alat lain seperti menggunakan alat diffuser, inhaler, atau apapun media yang memudahkan kita untuk menghirup aroma dari minyak atsiri. Cara kedua ini bermanfaat untuk relaksasi, melegakan hidung, dan menyegarkan ruangan. 
Lalu yang terakhir adalah dengan cara internal atau diminum. Cara yang terakhir ini masih diperdebatkan oleh banyak kalangan. Namun, sebaiknya gunakan dua cara pertama yang telah teruji aman bagi siapapun. (*)
--

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved