Breaking News:

Berita Karanganyar

Hajatan di Karanganyar Tetap Diperbolehkan Digelar Selama PPKM Berbasis Mikro

Hajatan di Kabupaten Karanganyar tetap diperbolehkan digelar selama masa PPKM Berbasis Mikro.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Hajatan di Kabupaten Karanganyar tetap diperbolehkan digelar selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro mulai 9 hingga 22 Februari 2021. 

Pemkab Karanganyar telah mengeluarkan Instruksi Bupati Karanganyar Nomor 180/5 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan corona virus disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian corona virus disease 2019. 

Dalam surat tersebut diinstruksikan kepala perangkat daerah, desa dan lurah supaya menyosialisasikan, melaksanakan, mengkoordinasikan PPKM berbasis mikro dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah dengan cakupan sampai dengan tingkat rukun tetangga.

Ada beberapa kriteria seperti zona hijau, dimana tidak terdapat kasus Covid-19 di satu RT. Zona kuning dengan kriteria jika terdapat 1 sampai 5 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir. Zona orange dengan kriteria terdapat 6 sampai 10 rumah. Zona merah dengan kriteria terdapat lebih dari 10 rumah di satu RT. 

Selain itu terkait operasional mal, pusat perbelanjaan dan pertokoan diperbolehkan beroperasi hingga pukul 21.00. Kegiatan restoran, warung dibatasi kapasitasnya 50 persen dari kondisi normal. Sedangkan objek wisata dibatasi kapasitasnya sebesar 30 persen dari kapasitas normal dan beroperasi hingga pukul 15.00. Terkait hajatan dapat tetap diselenggarakan dengan beberapa  ketentuan. 

Kasatpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menyampaikan, hajatan tetap menggunakan sistem banyu mili, digelar siang hari, tidak ada kursi, meja dan hiburan dapat digelar secara terbatas. 

"Sesuai Inmendagri, pengawasannya tingkat kecamatan dan desa. Sebenarnya kan Jateng sudah sejak awal mengaktifkan Jogo Tonggo. Sekarang tinggal dioptimalkan," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (9/2/2021). 

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan, sebenarnya penanganan Covid-19 dengan kebijakan PPKM berbasis mikro telah dilakukan sejak awal pandemi.

"Semua aktivitas tidak terganggu, cukup kita isolasi yang ada di lingkungan RT. Satgasnya ada di desa. Kalau nanti terlihat di RT itu ada terpapar, langsung kita bergerak di lingkungan RT. Kita isolasi, kita suplai kebutuhan pokok. Kita pantau dari kecamatan," jelasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved