Breaking News:

Kapal Patroli Baru Siaga di Selat Taiwan, China-AS Saling Unjuk Kekuatan Militer

Saat dua kelompok penyerang kapal induk AS menggelar latihan militer di Laut China Selatan yang disengketakan, China juga melakukan kegiatan serupa.

Editor: Vito
SCMP/Handout
ilustrasi - China meluncurkan Rudal JL-3 dari kapal selam saat uji tembak yang tidak disebutkan waktunya. 

Peran khusus

Nantinya, Haixun 06 akan digunakan untuk mengatur perairan Selat Taiwan, mencegah polusi, serta menangani insiden maritim yang memang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Administrasi Keselamatan Maritim juga menjelaskan bahwa Haixun 06 memiliki peran khusus untuk mengawasi pertukaran lintas selat dan menjaga kedaulatan maritim nasional.

Adapun, Armada Ketujuh Angkatan Laut AS menyatakan, Theodore Roosevelt Carrier Strike Group dan Nimitz Carrier Strike Group melakukan latihan kapal induk ganda di Laut China Selatan pada Selasa (9/2).

Kapal perang dan pesawat tempur dari dua kelompok serang kapal induk itu melakukan koordinasi operasi untuk menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS beroperasi di lingkungan yang menantang.

Sebagai bagian dari operasi kapal induk ganda, USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz melakukan banyak latihan yang bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas antaraset serta kemampuan komando dan kendali.

"Latihan dengan Carrier Strike Group Eleven (Theodore Roosevelt) di Laut China Selatan adalah kesempatan yang sangat berharga," kata Laksamana Muda Doug Verissimo, Komandan Carrier Strike Group Nine (Nimitz), di situs Armada Ketujuh Angkatan Laut AS.

"Melalui operasi seperti ini, kami memastikan, kami ahli secara taktis untuk memenuhi tantangan dalam menjaga perdamaian. Dan kami dapat terus menunjukkan kepada mitra dan sekutu kami di kawasan, kami berkomitmen untuk mempromosikan Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka."

Merespon latihan dua kapal induk AS itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin menyatakan, China akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

"Juga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan bersama dengan negara-negara lain di kawasan," ungkapnya, Selasa (9/2), seperti dikutip Global Times. (Kontan.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved