Breaking News:

Penanganan Corona

Suntik Vaksin Covid-19 Kedua Bagi Tenaga Medis di Puskesmas Slawi Targetkan 145 Orang

Sasaran kami sejak awal pelaksanaan vaksinasi sebanyak 209 Nakes, namun yang berhasil tervaksin hanya 145 orang saja

istimewa
Pelaksanaan suntikan kedua vaksin Covid-19 di Puskesmas Slawi, pada Rabu (10/2/2021). Vaksin kedua bagi tenaga medis sudah berlangsung sejak Senin (8/2/2021) dan ditargetkan selesai Kamis (11/2/2021) besok. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Vaksinasi Covid-19 suntikan kedua bagi tenaga medis di Puskesmas Slawi sudah berlangsung sejak Senin (8/2/2021) dan ditargetkan selesai pada Kamis (11/2/2021) besok. 

Namun Kepala Puskesmas Slawi, Mabruri Ariyanto mengatakan, jika pada hari keempat masih ada sasaran yang belum tervaksinasi maka akan diperpanjang sampai semua sasaran di tahap satu yaitu tenaga medis tervaksinasi semua. 

"Sasaran kami sejak awal pelaksanaan vaksinasi sebanyak 209 Nakes, namun yang berhasil tervaksin hanya 145 orang saja. Sehingga yang suntikan kedua ini jumlahnya menyesuaikan dengan yang tahap pertama," kata Mabruri, pada Tribunjateng.com, Rabu (10/2/2021).

Dijelaskan, dari target sasaran 209 Nakes dan hanya terlaksana 145 orang yang tervaksin, karena sisanya 64 orang ada yang tunda (saat skrining kesehatan hipertensi, sakit atau tidak fit), eksklusif yaitu ibu hamil, menyusui, dan terdapat komorbit.

Sehingga sebanyak 64 orang ini tidak bisa mengikuti vaksinasi Covid-19.

Tapi bagi mereka yang masuk kelompok tunda masih bisa divaksin, pelaksanaannya nanti ikut vaksinasi tahap 2 untuk petugas layanan publik.

"Kalau mereka yang pernah terkonfirmasi Covid-19 maka sudah jelas tidak divaksin. Sedangkan bagi mereka yang sakit ringan, atau sesuai pemeriksaan dokter saat skrining kesehatan masih bisa divaksin maka tetap divaksin," terangnya.

Selama berlangsung vaksinasi dari tahap satu penyuntikan pertama dan kedua, Mabruri menyebut, gejala yang terjadi setelahnya (KIPI) ringan seperti demam, ngantuk, dan lapar.

Jadi tidak ada yang sampai KIPI berat dan harus dirawat di IGD.

"Insyaallah kalau di Puskesmas Slawi aman tidak ada yang KIPI berat sampai dirawat di IGD. Gejalanya masih biasa seperti demam ringan, tapi yang paling banyak merasa ngantuk dan lapar setelah divaksin," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved