Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Satu Bulan Tidak Melaut Karena Cuaca Buruk, Nelayan di Munjung Agung Kab.Tegal Paceklik

Ia mengatakan, kondisi paceklik (kesulitan memenuhi kebutuhan bahan pangan) sudah dialami sejak Januari sampai sekarang

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Salah satu Nelayan asal Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Paing (60), saat sedang menjahit atau membetulkan jaring penangkap ikan yang biasa ia gunakan saat melaut. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Cuaca buruk dan gelombang tinggi di pesisir pantai Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, membuat nelayan tidak bisa melaut dan berujung alami paceklik.

Inilah yang dialami oleh salah satu Nelayan asal Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Paing (60) bahkan sudah sejak sebulan terakhir.

Ia mengatakan, kondisi paceklik (kesulitan memenuhi kebutuhan bahan pangan) sudah dialami sejak Januari sampai sekarang.

Padahal pada bulan November dan Desember 2020 Paing masih bisa melaut, sehingga masih memiliki pendapatan untuk keluarga.

"Untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya seperti belanja bahan makanan, jajan anak, dan lain-lain pada akhirnya saya dibantu oleh anak yang bekerja perantauan. Kadang Rp 500 ribu, Rp 1 juta tidak pasti. Tapi ya itu tidak rutin setiap bulan, jadi seadanya rejeki anak saya itu," tutur Paing, pada Tribunjateng.com, Kamis (11/2/2021). 

Terpaksa meminta bantuan anak, karena kondisinya saat ini yang paceklik tidak bisa melaut, padahal Paing mengaku tidak ingin merepotkan atau membebankan sang anak karena biasanya melaut dan ada penghasilan sendiri. 

Adapun jumlah nelayan di pantai Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal sekitar 150 orang. Jumlah tersebut baik nelayan kapal besar maupun kapal kecil (perahu getek). 

Sebagai warga yang berprofesi menjadi nelayan, Paing berharap ada bantuan mesin ataupun lainnya terutama bantuan sembako. 

Tapi ia dan rekan-rekan sesama nelayan menerima apa saja bantuan yang diberikan, intinya bagaimana dari pemerintah saja. 

"Jujur saya sampai saat ini belum pernah dapat bantuan sembako baik dari Pemkab Tegal ataupun Pemprov Jateng. Pernah dapat bantuan tapi tembakau sekitar 5 bulan lalu, kalau bantuan makanan atau sejenisnya belum pernah dapat. Sehingga kami para nelayan yang terdampak tidak bisa melaut berharap ada bantuan dari pemerintah," harap Paing.

Selama tidak bisa melaut, Paing dan sebagian nelayan lainnya memilih untuk menjahit atau membetulkan jaring ikan yang biasa digunakan saat melaut.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Kasat Polair Polres Tegal, AKP Siswanto, mengimbau masyarakat terutama yang ada di pesisir pantai Munjung Agung Kramat dan nelayan di Pantura Tegal untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai.

Baik saat sedang mencari ikan, udang, cumi, berlayar, atau pun memancing ikan di sekitar pantai harus selalu waspada.

Apalagi menurut AKP Siswanto, saat ini ketinggian ombak mencapai 1,5 sampai 2 meter. Seperti yang terjadi di pantai Munjung Agung Kramat atau dikenal dengan nama pantai Larangan Indah. 

"Saya mengimbau kepada nelayan untuk berhati-hati karena cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Dari mereka ada yang tidak berangkat melaut dan memilih untuk membetulkan kapal atau pun jaring yang biasa dipakai," pesan AKP Siswanto. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved