Breaking News:

Berita Video

Video Longsor di Trangkil Semarang 23 Rumah Ambles dan Retak-Retak

Sebelumnya, sudah ada 18 rumah warga yang retak-retak dan ambles dua pekan lalu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video longsor di Trangkil Semarang 23 rumah ambles dan retak-retak.

Pergerakan tanah yang terjadi di RT 6 RW 10 Trangkil Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, menyebabkan longsor yang kian parah.

Sebelumnya, sudah ada 18 rumah warga yang retak-retak dan ambles dua pekan lalu.

Jumlah rumah yang terdampak pergeseran tanah di wilayah itu bertambah lima menjadi 23 unit.

Seorang warga RT 6 RW 10 Trangkil Baru, Sugijono menceritakan, rumahnya ambruk pada Sabtu (6/2/2021) lalu saat hujan deras mengguyur Kota Lunpia. Kini, dia dan istrinya tinggal di tenda tak jauh dari rumahnya yang runtuh. Sementara, anaknya diungsikan ke tempat saudara.

"Warga sudah gotong royong buat tempat untuk numpuk barang-barang dan buat tidur, tapi tidak cukup. Akhirnya, saya buat tenda," ungkap Sugijono, Kamis (11/2/2021).

Menurutnya, kejadian serupa sempat terjadi pada 2013 silam. Faktornya, selokan air tidak berfungsi baik.

Dia berharap, pemerintah bisa memikirkan warga yang terdampak terutama tempat tinggal. Mayoritas warga tetap ingin tinggal di wilayah itu karena satu-satunya aset yang dimiliki. Warga juga sudah merasa nyaman tinggal di wilayah itu.

"Kami sudah dapat berbagai bantuan. Ada sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan. Makanan sudah tercukupi. Hanya, tempat tinggal masih sangat kurang," katanya.

Ketua Panitia Penanggulangan Bencana RT 6 RW 10 Trangkil Baru, Toni menyampaikan, warga yang rumahnya rusak akibat pergeseran tanah dan longsor itu sekarang tinggal di rumah tentangga. Sementara, barang-barang mereka dititipkan ke saudara masing-masing. Dua tenda dari Kementrian Sosial juga telah didirikan sebagai tempat singgah warga.

Dapur umum telah dibuat untuk mencukupi kebutuhan makan warga yang terdampak. Dia bersyukur, bantuan cukup mengalir dari berbagai pihak.

"Sembako sudah banyak yang masuk. Paling yang masih kurang vitamin dan susu untuk anak-anak," ujarnya.

Toni menyebutkan, tidak ada satu pun korban akibat kejadian 23 rumah yang amblas. Warga sudah antisipasi lebih dini dengan meninggalkan rumah saat mengetahui bangunan mulai retak-retak. (eyf)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved