Breaking News:

Berita Solo

Bea Cukai Sita 2,16 Juta Batang Rokok Ilegal Saat Truk Melintas di Gerbang Tol Colomadu Karanganyar

Dalam truk tersebut terdapat 270 kardus karton polos berjenis rokok SKM (Sigaret Kretek Mesin) dengan merk Pastipas Bold tanpa pita cukai

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Truk beserta muatan berupa rokok ilegal yang diamankan di Kantor Bea Cukai Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bea Cukai Solo bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng dan DIY berhasil mengamankan sejumlah 2,16 juta rokok ilegal pada awal 2021. 

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng dan DIY, Moch Arif Setijo menyampaikan, penindakan rokok ilegal itu bermula dari informasi adanya pengiriman rokok ilegal dari Jawa Timur menuju Jakarta.  

Truk muatan rokok ilegal yang dikemudikan KM dengan kernet ER diketahui melintas wilayah Solo melalui jalur tol Solo-Ngawi.

Akhirnya saat truk itu melintas di gerbang tol Colomadu Karanganyar, tim menghentikan kendaraan itu dan truk dibawa ke Kantor Bea Cukai Solo untuk dilakukan pengamanan dan pencacahan barang muatan pada Kamis (4/2/2021). 

“Instansi Bea Cukai, dalam hal ini Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Bea Cukai Solo harus selalu bersinergi dan saling mendukung. Bentuk sinergi ini dapat dilakukan dengan saling bertukar informasi, memperkuat jaringan, dan dukungan personil. Karena obyek penindakan kali ini adalah hasil tembakau yang bercukai, maka harus dilakukan penertiban karena jika melanggar perundang-undangan, dampaknya bisa merugikan keuangan negara,” katanya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (12/2/2021). 

Dalam truk tersebut terdapat 270 kardus karton polos berjenis rokok SKM (Sigaret Kretek Mesin) dengan merk Pastipas Bold tanpa pita cukai. 

Moch Arif Setijo mengungkapkan, modus yang digunakan oleh pelaku ialah menggunakan kardus karton berisi minuman manis yang bermerek sebagai penutup kardus karton polos yang berada di belakangnya.

"Penindakan atas rokok ilegal kali ini berpotensi merugikan negara sebesar Rp. 1.447.891.200. Kedua pelaku saat ini berada di bawah pengawasan Bea Cukai Solo untuk diperiksa dan dimintai keterangan lebih lanjut," jelasnya. 

Kepala Kantor Bea Cukai Solo, Budi Santoso menambahkan, saat ini pihak Bea Cukai masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal rokok ilegal tersebut beserta para pelakunya. 

"Dengan terus melakukan sinergi dalam penindakan dan penanganan kasus, diharapkan dapat menekan peredaran rokok ilegal serta memberikan kontribusi dalam meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai," imbuhnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved