Breaking News:

Berita Banjarnegara

Cara Warga Panti Sosial Pamardi Raharjo Berlindung dari Covid, Dilarang Keluar hingga Gizi Dijamin

Hanya jika ada orang berkepentingan masuk, warga panti baru membukakan gerbang dan memersilakan masuk

TribunJateng.com/Khoirul Muzaki
Senam pagi warga Panti Sosial Pamardi Raharjo Banjarnegara dipandu instruktur 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pandemi Covid 19 memaksa masyarakat untuk mengurangi aktivitas keluar rumah. Ini untuk mencegah penularan Covid 19 yang kian mengganas. Upaya pencegahan ini ternyata juga berlaku bagi warga yang tinggal di panti. 

Rumah Pelyanan Sosial (RPS) Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Pamardi Raharjo, Desa Pucang Kecamatan Bawang Banjarnegara sore itu lengang, Kamis (11/2/2021). 

Gerbang masuk selalu tertutup.

Hanya jika ada orang berkepentingan masuk, warga panti baru membukakan gerbang dan memersilakan masuk. 

Pandemi Covid 19 memaksa warga panti untuk mawas diri.  Terlebih sekitar 50 warga panti tinggal bersama di satu bangunan. Virus bisa cepat menyebar di kelompok itu jika satu di antaranya sampai terpapar.  

Karenanya, pengelola panti memberlakukan peraturan ketat untuk melindungi warganya dari risiko penularan.

Kodir mengatakan, di masa Pandemi Covid 19, warga panti dilarang keluar gerbang. Mereka lebih banyak beraktivitas di dalam area panti untuk mencegah penularan. 

"Kalau dulu ada yang suka keluar, sekarang tidak boleh keluar, " kata Mohamad Kodir, Kasi Penyantunan dan Rujukan RMS PMKS Pamardi Raharjo, Kamis (11/2/2021). 

Panti itu dihuni 50 orang PMKS. Latar belakang mereka beragam, mulai orang telantar, tuna wisma, hingga Orang dengan Gangguannya Jiwa (ODGJ).

Di panti mereka bukan hanya diberi makan dan tempat tinggal, namun juga direhabilitasi bagi yang menderita kelainan jiwa. Mereka juga dilatih berbagai keterampilan agar bisa mandiri secara ekonomi. 

Selain dilarang keluar, warga panti juga wajib menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas bersama, semisal menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

Ini juga berlaku bagi instruktur atau penyuluh yang sengaja didatangkan dari luar untuk melatih dan membina warga panti. 

Berbagai cara juga dilakukan untuk menguatkan kekebalan tubuh warga panti sebagai senjata melawan virus. Mereka rutin diajak olahraga atau senam pagi.  Asupan gizi mereka juga dipenuhi agar kesehatan terjaga.  

Mereka rutin mengonsumsi vitamin dan susu yang bisa membantu menjaga imun tubuh. Selain bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkab Banjarnegara juga rutin menyuplai kebutuhan gizi semisal susu, telur, bahkan obat-obatan ke panti. 

"Alhamdulillah semua sehat, " katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved