Breaking News:

Polri Masih Dalami Polemik Aisha Weddings

Penyidik Polri telah menerima satu laporan polisi yang didaftarkan di Polda Metro Jaya terkait dengan Aisha Weddings.

sumber: facebook Aisha Weddings
  Spanduk Aisha Weddings tawarkan paket nikah siri, poligami, dan pernikahan dini 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait dengan polemik keberadaan Aisha Weddings yang ramai sejak Rabu (10/2) lalu. Hal itu menyusul penawaran jasa layanan untuk pernikahan dini, poligami, dan nikah siri.

Sejumlah pengamat sempat mencurigai Aisha Weddings merupakan isu yang dibuat atau disetting oleh oknum untuk misi tertentu. Pasalnya, banyak yang janggal terkait dengan keberadaan website Aisha Weddings tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan, penyidik Polri telah menerima satu laporan polisi yang didaftarkan di Polda Metro Jaya terkait dengan Aisha Weddings.

"Polri telah menerima laporan, satu laporan polisi ini di Polda Metro Jaya telah dilaporkan," katanya, dalam keterangannya, Jumat (12/2).

Hingga saat ini, menurut dia, polisi masih mendalami terkait dengan keberadaan Aisha Weddings tersebut. Rusdi pun masih enggan menanggapi lebih lanjut terkait dengan isu yang beredar di masyarakat.

"Sekarang masih dalam proses tindak lanjut daripada laporan polisi itu sendiri. Nanti perkembangannya tentunya publik akan mengetahui itu semua," tukasnya.

Sebelumnya, analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mencurigai Aisha Weddings yang ramai sejak Rabu (10/2) memiliki misi tertentu.

Hal itu terlihat dari kejanggalan mulai dari domain yang sudah ada, dan diupdate pada 2021, yaitu pada 9 Februari.

Karena dibuat terburu-buru, menurutdia, konten belum lengkap, dengan baru beberapa halaman yang terisi. "Sepertinya web ini baru dibuat, tapi keburu ketahuan," ujarnya.

Ismail pun menyoroti isi konten provokatif tetapi keliru itu. Salah satu yang dinilai Islail adalah "Manfaat poligami yang bisa dinikmati umat Islam", "Keyakinan tentang Poligami", dan "Untuk Kaum Muda".

"Menurut saya sih, kehebohan publik ini tak perlu dilanjutkan. Karena memang tidak jelas siapa yang membuat, dan tujuannya sepertinya bukan sungguh-sungguh sebagai iklan Wedding profesional. Kita serahkan kepada Kepolisian untuk mengungkap pelakunya biar tidak terulang," tukasnya. (Tribunnews)

Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved