Breaking News:

Berita Karanganyar

Putri Keraton Yogya GKR Mangkubumi Hadiri Napak Tilas Perjanjian Giyanti: Banyak yang Belum Tergali

GKR Mangkubumi atau putri dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubuwono X hadir di peringatan Perjanjian Giyanti.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Putri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Mangkubumi (kanan) saat memberikan potongan tumpeng kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat peringatan ke-266 Perjanjian Giyanti di Lingkungan Kerten Kelurahan Jantiharjo Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (13/2/2021) sekira pukul 13.00, Sabtu (13/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Mobil rombongan dari Pemkab Karanganyar dan Paniradya Kaistimewan Yogyakarta terparkir rapi di jalan kampung depan situs Perjanjian Giyanti yang terletak di Lingkungan Kerten Kelurahan Jantiharjo Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (13/2/2021) sekira pukul 13.00. 

Suasana acara peringatan ke-266 Perjanjian Giyanti siang itu tampak sederhana.

Sangat berbeda dengan acara napak tilas pada tahun sebelumnya layaknya suasana pasar malam.

Baca juga: Istimewa, Napak Tilas Perjanjian Giyanti Tahun Ini Dihadiri Putri Keraton Yogya GKR Mangkubumi

Baca juga: Respons Wali Kota Solo Soal Kabar Putri PB XIII Terkurung di Keraton: Kita Tidak Bisa Ikut Campur  

Baca juga: Geger Putri Raja Solo PB XIII Terkurung di Keraton, Cari Daun Singkong untuk Dimasak

Pasalnya sebelumnya adanya pandemi, stand kuliner dan mainan selalu berjajar rapi di jalan kampung. 

Selain itu perayaan pada tahun sebelumnya juga digelar pada malam hari dan disertai gunungan arum manis dan brondong yang identik dengan UMKM warga Kerten.

Kendati digelar secara sederhana, ada yang istimewa dalam peringatan perjanjian Giyanti kali ini yakni hadirnya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi atau putri dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Lurah Jantiharjo, Agus Cahyono menyampaikan, karena masih dalam situasi pandemi, acara napak tilas digelar saat siang hari.

Berbeda dengan peringatan sebelumnya yang digelar pada malam hari. 

"Karena pandemi acara digelar siang hari. Rebutan gunungan juga ditiadakan," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (13/2/2021). 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, tempat ini merupakan tempat bersejarah kaitannya dengan pembentukan wilayah antara Surakarta dengan Yogyakarta pada zaman dulu. 

Halaman
12
Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved