Breaking News:

Berita Video

Video Sepekan Terendam Banjir Warga Trimulyo Semarang Keluhkan Belum Ada Bantauan

Wilayah Genuk sudah sepekan terendam banjir, ketinggian air masih 30 sentimeter hingga 1 meter.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video sepekan terendam banjir warga Trimulyo Semarang keluhkan belum ada bantauan.

Wilayah Genuk sudah sepekan terendam banjir. Di Kelurahan Trimulyo, ketinggian air masih sekitar 30 sentimeter hingga 1 meter pada Jumat (12/2/2021) pukul 15.00. 

Anggota Karang Taruna Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Sani Akmala mengatakan, banjir di wilayahnya memang sudah mulai surut. Namun, aktivitas warga masih lumpuh. Para relawan pun masih stand by di wilayah tersebut untuk membantu mereka.

"Hari ini surut 30 sentimeter. Paling tinggi pada Minggu dan Senin kemarin, hampir satu setengah meter. Rumah semua terendam. Ketambahan hujan malam Rabu. Banjir ynggi lagi Rabu dan Kamis," terang Sani.

Parahnya, sambung dia, listrik padam total selama enam hari. Listrik mulai hidup Kamis malam.

Sani menyebutkan, masih ada empat RW di Trimulyo yang terendam banjir. Kondisi banjir paling parah berada di RW 1 dan 2. Ketinggian masih sekitar satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa. Begitu juga di RW 3 akses masih cukup sulit. Relawan-relawan juga merasa kesulitan saat menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah itu.

"Relawan kesusahan kasih bantuan ke sana. Paling mentok mereka yang datang ke sini. Kalau tidak, makan ala kadarnya," paparnya.

Senada, Warga RT 4 RW 2, Santoso mengatakan, warga inisiatif sendiri untuk ke luar mencari bantuan mengingat kondisi banjir masih tinggi.

Dia berharap, lembaga maupun komunitas yang hendak mengirim bantuan bisa langsung masuk ke wilayah Trimulyo bagian belakang untuknmengetahui kondisi yang sebenarnya.

Di dalam, jalannya masih satu meter lebih. Rumah-rumah masih banyak yang tenggelam. Kalau bantuan banyak di posko, yang belakang masih kurang. Padahal di belakang masih ada sekitar 40 KK," paparnya.

Bantuan berupa makanan, sambung dia, terkadang juga sudah tidak layak konsumsi saat di bawa ke Trimulyo bagian belakang, khusunya makanan yang dibungkus menggunakan kardus.

"Dari depan masih bagus, layak konsumsi, tapi sampai belakang sudah tidak layak karena basah, tidak bisa dimakan. Kalau bisa makanan yang dibungkus plastik semisal roti-rotian atau sembako yang mudah dimasak," jelasnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved