Breaking News:

Teknologi

Waspada Modus Baru Peretasan WhatsApp Dengan Alasan Salah Isi Pulsa

Penipuan selalu memiliki modus baru untuk terus mengelabui korban korbannya.

androidpit.com
WhatsApp 

TRIBUNJATENG.COM - Penipuan selalu memiliki modus baru untuk terus mengelabui korban korbannya.

Terbaru ada modus salah isi pulsa untuk melakukan peretasan akun WhatsApp.

Modus baru peretasan ini tersebar di berbagai media sosial dan berbagai grup percakapan WhatsApp.

Tak sedikit yang membagikan cerita soal modus pembajakan akun WhatsApp.

Baca juga: Gadis 13 Tahun Diperkosa Kenalannya di WhatsApp, Rekan Pelaku Ikut Menggilir, 6 Pria Ditangkap

Baca juga: Video Polres Sragen Luncurkan Whatsapp Center Agar Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Baca juga: Catat Nomor Whatsapp Center Polres Sragen, Meski Ganti Pemimpin Nomor Tidak Berubah

Kali ini, modus tersebut berkedok salah input voucher pulsa/game ke nomor pengguna, dan dilanjutkan dengan permintaan untuk mengirim kode One Time Password (OTP). 

Beberapa pengguna WhatsApp juga bercerita kepada Kompas.com bahwa modus peretasan itu masih beredar pada tahun 2021.

Modus peretasan itu diawali dari pesan WA yang dikirim oleh nomor tidak dikenal (biasanya mengaku kasir minimarket) kepada nomor pengguna, untuk mengirim enam digit kode OTP yang tertera di SMS yang diterima oleh pengguna

Sebagian teks dalam SMS tersebut ditulis menggunakan aksara Thailand dan disertai sebuah tautan.

Berdasarkan pengalaman yang dibagikan @hanagokil_, diketahui bahwa setelah mengirimkan kode OTP yang tertera dalam SMS ke nomor tidak dikenal yang mengaku kasir minimarket, akun WA miliknya tidak bisa digunakan lagi.

Modus social hacking

Modus peretasan WA dengan berkedok sebagai kasir minimarket yang salah memasukkan kode voucher pulsa/game, adalah bagian dari praktik yang disebut social hacking.

 

Melansir The Verge, 23 Januari 2020, modus nyaris serupa juga pernah beredar sebelumnya. Bedanya, pelaku peretasan mengaku sebagai teman korban.

 
Akan tetapi, tujuan akhirnya tetap sama, yakni pelaku mengincar kode OTP yang dikirim melalui SMS ke nomor korban. Kode OTP ini digunakan untuk mengambil alih akun WA milik korban.

Kode OTP bukan sembarang kode enam digit. Itu adalah kode yang dikirim WhatsApp ke nomor ponsel melalui SMS untuk verifikasi akun WA pengguna.

"Dengan membagikan nomor itu, teman saya tanpa sengaja mengizinkan peretas untuk masuk ke akunnya," tulis Jon Porter dari The Verge.

Jangan pernah membagikan kode OTP

Ada dua hal yang harus diingat pengguna WA, untuk mengurangi kemungkinan akun diretas oleh orang lain, yaitu:

Halaman
123
Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved