Breaking News:

Berita Semarang

BREAKING NEWS: Kasus Covid-19 di Kota Semarang Turun, Okupansi Ruang Isolasi 44 Persen

Kasus Covid-19 di Kota Semarang sudah menurun. Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat okupansi atau keterisian tempat isolasi baik di rumah sakit, rum

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Kota Semarang sudah menurun.

Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat okupansi atau keterisian tempat isolasi baik di rumah sakit, rumah dinas, ataupun asrama haji sekitar 44 persen.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang dalam laman siagacorona.semarnagkota.go.id hingga Minggu (14/2/2021) pukul 17.00, Covid-19 aktif di Kota  Semarang terapat 554 kasus.

Rinciannya, 400 merupakan warga Semarang dan 154 kasus merupakan warga luar kota. Jumlah itu turun dibanding awal 2021 lalu dimana kasus aktif mencapai seribuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengimbau masysrakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski terdapat penurunan yang cukup signifikan. Pasalnya, saat ini ditemukan cukup banyak Covid-19 varian baru. Sehingga, orang yang pernah terpapar masih dimungkinkan bisa tertular kembali.

Saat ini, vaksinasi tengah gencar dilakukan. Hal itu tentu bertujuan untuk menekan penyebaran kasus. Vaksinasi di Kota Semarang sendiri sudah dilakukan sejak 14 Januari lalu.

Hakam menyebutkan, efektifitas vaksin 28 hari. Dimungkinkan, penurunan kasus Covid-19 merupakan dampak positif dari program vaksinasi.

"Mudah-mudahan sudah ada dampaknya, tapi mungkin belum banyak karena baru nakes yang divaksin, belum masyarakat secara umum," jelasnya.

Lebih lanjut, Hakam menambahkan, klaster keluarga masih menjadi perhatian. Karena itu, dia meminta seluruh pihak bisa mendukung kebijakan PPKM mikro untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.

"Yang paling utama, kita harus bisa mengerti porsi kita. Sekarang PPKM mikro ada zonasi. Kalau satu RT ditemukan ada yang terpapar, maka wilayah itu zona merah. Ada treatmen yang akan dilakukan oleh teman-teman puskesmas. Sedangkam TNI Polri yang juga berperan," jelasnya.

Satu diantara aturan PPKM mikro zonasi, sebut Hakam, penutupan portal di kampung pada malam hari. Pembatasan tersebut dalam rangka mengurangi mobilitas kegiatan di RT itu.

Sedangkan memgenai isolasi bagi pasiem Covid-19, Hakam menyebutkan, masyarakat yang terpapar bisa melakukam isolasi mandiri di rumah apabila tidak bergejala. Jika tidak bisa melakukan isolasi mandiri, dia menyarankan untuk bergeser ke isolasi terpusat di rumah dinaa atau transit asrama haji.

"Kalau isolasi di dalam rumah, kami beri edukasi. Kontak erat kami testing. Kami monitor dan evaluasi. Kami ajari cara membersihkan kamar dan ruangan. Sedangkan, wilayah kampungnya nanti TNI, Polri, RT, RW, Kelurahan, dan kecamatan yang berperan," terangnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved