Breaking News:

KKN Undip

Kolaborasi Mahasiswa KKN Undip dan Perangkat Desa Hasilkan Peta Desa Brojol Sragen

KKN Pulang Kampung ini memiliki tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

IST
Mahasiswa KKN Undip melakukan proses delimitasi batas administrasi desa 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – KKN Tim I UNDIP 2021 dilaksanakan secara mandiri oleh setiap mahasiswa di tempat domisili mahasiswa, salah satunya mahasiswa di Sragen, tepatnya di Desa Brojol, Kecamatan Miri.

KKN Pulang Kampung ini memiliki tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

SDGs (Sustainable Development Goals) memiliki 17 tujuan utama, salah satunya adalah bidang permukiman dan kota yang berkelanjutan (tujuan ke 11). Hal ini seharusnya didukung dari elemen kependudukan terkecil yaitu Desa.

“Peta Desa menjadi salah satu hal penting dalam upaya mengembangkan suatu Desa, karena merupakan informasi spasial utama dalam tingkat Desa,” kata mahasiswa KKN Undip, Andrie Tri Nur Cahyanto.

Peta Citra (salah satu jenis penyajian Peta Desa)
Peta Citra (salah satu jenis penyajian Peta Desa) (IST)

Faktanya, kata Andrie, banyak desa yang belum memiliki Peta Desa dan sesuai dengan teknis penyajian.

Padahal Badan Informasi Geospasial (BIG) telah menetapkan Peraturan BIG No 3 tahun 2016 terkait spesifikasi teknis penyajian Peta Desa.

Pentingnya Peta Desa dalam menunjang pembangunan berkelanjutan, adanya standar penyajian yang jelas serta potensi SDM pejabat Desa yang masih mumpuni ditambah keilmuan Geodesi yang sejalan dengan hal ini dapat dimaksimalkan dalam bentuk kerjasama untuk menyusun Peta Desa Brojol yang sesuai dengan peraturan yang ada.

Peta Desa yang dibuat akan disajikan sesuai peraturan menjadi 3 jenis yaitu Peta Citra, Peta Sarana dan Prasarana dan Peta Tutupan Lahan.

Proses pembuatan melibatkan secara langsung perangkat desa baik sebagai sumber data dalam penegasan batas-batas administrasi yakni kades dan sekretaris desa serta eksekutor dalam pembuatan peta di perangkat lunak yakni beberapa Ketua Urusan (KUR), mahasiswa KKN memonitoring dan mengevaluasi hasil.

Program ini selain peta tersebut tercetak juga akan dibuat modul terkait cara updating data pada peta sehingga peta desa dapat selalu ter-update.

“Alhamdulillah, dengan adanya KKN dari UNDIP ditambah mahasiswa adalah putra asli desa menjadi kebermanfaatan tersendiri bagi desa, karena sukses terbuatnya peta desa yang sesuai dengan peraturan dalam penyajiannya. Semoga dengan adanya peta desa dan modul update data yang dibuatkan ini berbagai hal dapat tertunjang dan terlebih warga desa menjadi tahu wilayah Desanya sendiri,” ungkap Puji selaku Sekretaris Desa.

Peta desa ini diharapkan memiliki kebermanfaatan diberbagai sektor seperti misalnya pembangunan fisik maupun non-fisik, karena kita ketahui pentingnya batas wilayah serta pengetahuan terkait kondisi terkini sangat diperlukan utamanya dalam proses perencanaan berkelanjutan.

Selain itu dengan adanya peta desa ini mampu meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap wilayah geografisnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved