Breaking News:

Liputan Khusus

Perlu Tanda Tangan Digital sebagai Pengaman Sertifikat Elektronik

Saya menilai perlu sistem yang kuat agar inovasi sertifikat elektronik ini tidak justru memunculkan masalah baru.

tribunjateng/ist
News Analisis Lipsus Sertifikat Elektronik oleh Budi Handoko Ahli IT Udinus 

News Analisis Lipsus Sertifikat Elektronik oleh Budi Handoko Ahli IT Udinus

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saya menilai perlu sistem yang kuat agar inovasi ini tidak justru memunculkan masalah baru. Kalau hanya sebatas digitalisasi dari bentuk dokumen fisik ke dokumen digital ya pastinya tidak aman. Karena perubahan dapat dilakukan dengan mudah. Apalagi yang namanya dokumen digital, itu mudah digandakan.

Supaya lebih aman, sebaiknya dokumen yang telah di-digital-kan, dilindungi dan dikunci dengan menggunakan 'sertifikat keamanan' yang memadahi. Sehingga perubahan terhadap isi dokumen tidak bisa dilakukan dengan mudah bahkan nyaris tidak mungkin untuk dilakukan perubahan secara digital terhadap sertifikat tanah yang telah di-digital-kan itu tadi.

Sertifikat keamanan ada juga yang mengenalnya dengan istilah tanda tangan digital, meskipun hal ini kurang tepat. Yang memadahi adalah sertifikat yang memiliki tingkat keamanan kriptografi yang cukup tinggi.

Baca juga: BPN Terbitkan Sertifikat Elektronik Bila Ada Transaksi Jual Beli Tanah

Sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan perubahan terhadap dokumen digital yang telah di 'signed' (tanda tangan secara digital) dan biasanya tingkatan keamanan ini telah terstandar secara baku, kalau di Indonesia, mungkin bisa dikoordinasikan dan dilakukan assesmen oleh BSSN.

Jadi, selain dokumen yang sudah di-digitalisasikan tadi, terdapat sisipan lain yang digunakan untuk melakukan verifikasi keabsahan terhadap dokumen tersebut. Sertifikat fisik tetap diperlukan untuk memperkuat dokumen digital tersebut.

Sehingga bilamana ada kejadian yang diperlukan untuk melakukan verifikasi secara bertingkat, maka masih ada dokumen 'asal' yang dapat digunakan sebagai verifikasi tingkat paling tinggi, yaitu secara fisik.

Dokumen digital masih bisa dibobol. Ide untuk digitalisasi sebenarnya cukup bagus, karena dapat dilakukan pendataan dan pencatatan yang lebih baik dan efektif. Namun belum kebutuhan mendesak. Meski tetap harus ikuti perkembangan era digital. Tapi yang jelas hal ini akan membuktikan birokrasi makin mudah.

Proses digitalisasi jangan tergesa-gesa. Butuh waktu peralihan. Perlu edukasi kepada masyarakat umum. Meyakinkan keamanan sertifikat digital. Jangan sampai masyarakat mengira sertifikat fisik ditarik. Karena bukti fisik itu sudah di tangan masyarakat. Dan mereka berhak memegangnya. (tim)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved