Breaking News:

KKN Undip

Terkendala Pandemi, Mahasiswa Undip Dampingi Anak-anak Tetap Berkreasi Belajar Karya Sastra

Pandemi memangkas aktivitas setiap orang. Hal ini karena adanya pembatasan sosial distancing agar terhindar dari virus covid-19.

IST
Mahasiswa KKN Mandiri Undip, Wandani membuat program pengenalan dan pembuatan karya sastra yang bertemakan “Pandemi Covid-19 di Dusun Kendal” di Dusun Jetak, Getasan, Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi memangkas aktivitas setiap orang karena adanya pembatasan sosial distancing agar terhindar dari virus covid-19.

Mahasiswa KKN Mandiri Undip 2021, Wandani membuat program pengenalan dan pembuatan karya sastra yang bertemakan “Pandemi Covid-19 di Dusun Kendal” di Dusun Jetak, Getasan, Semarang.

Tentunya hal ini dilakukan karena berkarya di tengah pandemi sangat menguntungkan selain bisa mengisi waktu laung, juga bisa terus peka terhadap keadaan.

Antusias dari warga desa begitu besar serta mendorong anaknya untuk mengikuti program pengenalan dan pembuatan karya sastra yang dianggap positif.

Walau sebenarnya yang mereka ketahui hanyalah puisi dan pantun.

Pembuatan karya sastra tentu sangat membantu anak-anak dalam menkreasikan pemikiran serta imajinasinya.

Rata-rata usia anak yang mengikuti kegiatan program karya sastra rantan usia 13-15 tahun.

Karena mereka juga masih duduk di bangku sekolah dasar dan sering mendapatkan tugas-tugas dari sekolah tentang karya sastra terutama puisi dan pantun.

Selain berfokus dari pengenalan dan pembuatan karya sastra Mahasiswa KKN Undip juga mengajarkan bagaimana pembacaan puisi yang tepat.

Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa mengukiti perlombaan yang biasanya diadakan seperti FLS2N untuk tingkat anak SD, SMP, dan SMA.

Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu secara tatap muka dengan mematuhi protokol yang diterapkan demi menghindari covid-19.

Kegiatan ini dimulai pada pengenalan karya sastra, memberikan tontonan bentuk-bentuk dari karya sastra dan terakhir adalah pengumpulan karya sastra.

Telihat bahwa cara ini cukup mengatasi kejenuhan yang anak-anak Dusun Kendal alami. Kehadiran karya sastra membantu mereka bisa tetap berimajinasi dengan bebas walupun “Hidup Dibatas”. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved