Unwahas

Unwahas Bertekad Raih Akreditasi Unggul

Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Kota Semarang bertekad meraih akreditasi predikat unggul.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Penyerahan RKAT 2021 oleh Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Noor Ahmad, kepada Rektor Unwahas, Prof Mahmutarom, kemarin. 

Penulis: Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) bertekad meraih akreditasi predikat unggul.

Apalagi saat ini sudah memiliki 10 fakultas, dengan 16 program studi sarjana, dua prodi pascasarjana dan satu program profesi apoteker.

Jumlah alumni Unwahas saat ini sebanyak 14.165 alumni, yang terdiri dari 10.844 sarjana, 1.097 magister, 1 doktor, 744 Apoteker D2 dan D3 ditambah 473 program akta IV, yang kebanyakan sudah bekerja sebagai guru, wartawan, dosen, advokat, polisi, PNS, apoteker, pengusaha, politisi dan lain-lain.

"Unwahas telah 20 tahun berdiri sejak tahun 2000. Di akhir milestone pertama tahun 2025 nanti, kita harus mampu berpredikat unggul.

Nantinya pada milestone kedua pada 2050, Unwahas akan menjadi kampus rujukan nasional maupun internasional," kata Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Noor Achmad, dalam rilisnya, Senin (15/2/2021).

Ia memaparkan bagaimana mewujudkan visi internasionalisasi kampus meski pandemi Covid-19 belum berkahir.

Adapun usaha untuk mencapai visi bisa dilakukan melalui kegiatan webinar dengan narasumber dari luar negeri.

Kemudian mendorong para dosen dalam mempublikasikan hasil penelitian di jurnal internasional bereputasi.

"Penelitian dan kajian-kajian keilmuan yang mempunyai ciri khas ahlussunnah waljama’ah atau Aswaja, harus terus dikembangkan sampai akhir milestone pertama di 2025," terangnya.

Rektor Unwahas, Prof Mahmutarom mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan untuk mewujudkan kebijakan yayasan tersebut.

Terbukti sudah ada beberapa program studi yang berpredikat unggul.

Selain itu, para dosen juga terus didorong untuk mengusulkan kenaikan jabatan fungsionalnya.

"Dosen di semua program studi didorong untuk diusulkan menjadi guru besar, lektor kepala dan lektor.

Tentu dengan jabatan fungsional yang tinggi, bisa mewujudkan visi dan misi kampus," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved