Breaking News:

AS Marah Pangkalan Militernya di Irak Tertembak Roket

Serangan itu tercatat paling mematikan yang menyerang pasukan AS dalam hampir setahun di Irak

Editor: Vito
YouTube
ilustrasi serangan roket 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) bereaksi keras atas serangan roket yang menghantam pangkalan militernya di wilayah Kurdi, Irak utara pada Senin (15/2) waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (16/2), seorang kontraktor sipil tewas dan lima orang lain mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota militer AS, akibat satu hantaman dari tiga serangan roket.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken menegaskan, Negeri Paman Sam marah karena serangan roket di wilayah Kurdistan Irak yang dilaporkan menewaskan seorang kontraktor sipil dan melukai lima orang lain, termasuk seorang anggota layanan AS dan beberapa kontraktor Amerika.

"Saya telah menghubungi Perdana Menteri Pemerintah Daerah Kurdistan, Masrour Barzani, untuk membahas insiden itu, dan berjanji mendukung semua upaya untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," katanya, dalam sebuah pernyataan.

Serangan itu tercatat paling mematikan yang menyerang pasukan AS dalam hampir setahun di Irak, di mana ketegangan telah meningkat antara pasukan AS, sekutu Irak dan Kurdi di satu sisi, sedangkan milisi yang selaras dengan Iran di sisi lain.

Seorang juru bicara koalisi mengatakan di Twitter, serangan itu menghantam pasukan koalisi pimpinan AS di ibukota regional Kurdi, Erbil.

Sumber keamanan Kurdi mengatakan, setidaknya tiga roket mendarat di dekat Bandara Internasional Erbil di wilayah otonomi pada larut malam.

Pasukan AS diketahui menempati pangkalan militer yang berdekatan dengan bandara sipil. Wartawan Reuters mendengar beberapa ledakan keras, dan melihat kebakaran terjadi di dekat bandara.

Sebuah pernyataan dari kementerian dalam negeri Kurdi menyebut, sejumlah roket ditembakkan ke arah Erbil dan sekitarnya, sekitar pukul 21.30 waktu setempat, dan beberapa orang terluka, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut.

Sebuah kelompok yang menyebut dirinya Saraya Awliya al-Dam mengklaim bertanggung jawab atas serangan di pangkalan AS itu.

Kelompok itu mengatakan mereka menargetkan pendudukan Amerika di Irak. Namun, kelompok itu tidak memberikan bukti atas klaimnya.

Video dari tempat kejadian menunjukkan satu roket mendarat di jalan perkotaan yang sibuk, menimbulkan percikan api dan kepulan asap.

Pemerintah setempat meminta penduduk untuk tidak keluar rumah saat pihak berwenang menyelidiki insiden tersebut.

Sebelumnya, serangan mematikan terakhir yang menargetkan pasukan koalisi menewaskan satu personel Inggris dan dua personel Amerika pada Maret tahun lalu.

Ketegangan antara AS dan Iran sempat membawa Timur Tengah ke tepi konfrontasi skala penuh pada Januari 2020, setelah serangan pesawat tak berawak AS menewaskan jenderal top Iran Qassem Soleimani di Baghdad. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved