Breaking News:

KKN Undip

Keren, Mahasiswa KKN Undip Ajari Anak-anak Dawe Kudus Bikin Kaligrafi dari Ampas Tebu

Mahasiswa KKN UNDIP di Cranggang, Dawe, Kudus, Siti Rukoyah mengajak anak-anak membuat kaligrafi dari ampas tebu.

IST
Keren, Mahasiswa KKN UNDIP Ini Ajarkan Bikin Kaligrafi dari Ampas Tebu Ke Anak-Anak 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pandemi Covid-19 yang tejadi saat ini membuat pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, berlomba menetapkan peraturan yang dinilai dapat mencegah penularan virus corona.

Salah satunya adalah dengan menutup kegiatan belajar di sekolah dan menggantinya dengan belajar secara daring dari rumah.

Hal tersebut dilakukan pemerintah untuk mengurangi angka kenaikan pasien positif Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.

Akan tetapi, dalam realitanya, kebijakan belajar daring justru membuat anak-anak lebih sering bermain dengan teman-temannya dari pada mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya.

Maka dari itu, mahasiswa KKN UNDIP di Cranggang, Dawe, Kudus, Siti Rukoyah mengajak anak-anak membuat kaligrafi dari ampas tebu.

“Dengan adanya program KKN pulang kampung ini menjadi kesempatan saya untuk mengajak anak-anak mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat, jadi mereka tidak hanya bermain saja kalau di rumah,” kata Rukoyah.

Ampas tebu adalah residu dari proses penggilingan tanaman tebu setelah diekstrak atau dikeluarkan niranya pada Industri pemurnian gula sehingga diperoleh hasil samping sejumlah besar produk limbah berserat yang dikenal sebagai ampas tebu (bagasse).

Mahasiswa KKN Undip 2021 Siti Rukoyah mengajak anak-anak membuat kaligrafi dari ampas tebu di Cranggang, Dawe, Kudus
Mahasiswa KKN Undip 2021 Siti Rukoyah mengajak anak-anak membuat kaligrafi dari ampas tebu di Cranggang, Dawe, Kudus (IST)

Tempat pembuatan gula merah atau dalam bahasa jawa sering disebut “godang gulo” biasa ditemukan di Desa Cranggang Kecamatan Dawe.

Tumpukan ampas tebu yang menggunung bisa dimanfaatkan menjadi sebuah kerajinan tangan yang indah di pandang mata.

“Belum banyak orang yang tau tentang kerajinan ini, karena dalam prosesnya memang sangat membutuhkan kesabaran,” kata Rukoyah.

Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan ini antara lain: ampas tebu, lem kayu, triplek bekas, serta gunting.

Proses pembuatannya yaitu dengan memisahkan bagian dalam ampas tebu dari kulitnya, setelah itu digunting kecil-kecil, kemudian pembuatan sketsa lafadz kaligrafi, lalu dilakukan penempelan pada triplek menggunakan lem kayu.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang dilakukan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved