Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa Undip Dampingi Pelaku UMKM Semarang Tingkatkan Penjualan dengan Penulisan Iklan

Pandemi COVID-19 yang terjadi beberapa tahun belakangan agaknya memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor kehidupan.

IST
Salah satu mahasiswa KKN TIM 1 Undip 2021, Ferina Rahma Amelia (21), bersama warga pelaku UMKM di Pedurungan Kidul Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan kepada berbagai sektor kehidupan, salah satunya bidang perekonomian dalam kaitannya dengan perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga penyesuaian Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), terdapat banyak UMKM di Semarang yang mengalami penurunan omset penjualan hingga terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

Kelurahan Pedurungan Kidul menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak industri rumahan (home industry) maupun usaha berskala kecil hingga menengah yang terdampak pandemi.

Andik (28), salah satu pelaku UMKM yang memiliki usaha persewaan alat hiking dan camping Pandanaran Outdoor di Kelurahan Pedurungan Kidul, mengungkapkan kesulitan dalam menanggapi perubahan situasi pandemi ini.

“Pandemi begini banyak tempat wisata yang tutup, jadi orang-orang lebih milih menunda perjalanan. Belum lagi kalau mendaki gunung perlu surat kesehatan dari klinik, ada pembatasan kapasitas tenda, harus menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya ketika ditanya oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) terkait permasalahan yang dialaminya.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, salah satu mahasiswa KKN TIM 1 Undip 2021, Ferina Rahma Amelia (21), menawarkan solusi berupa edukasi strategi komunikasi dan penulisan iklan untuk beberapa pelaku UMKM dalam program pengabdiannya.

Program tersebut dilaksanakan terhitung dari tanggal 26-28 Januari 2021 di tempat usaha beberapa pelaku UMKM di wilayah RT 003/RW 008, Pedurungan Kidul, Kota Semarang.

Menurut Ferina, strategi penulisan iklan yang berbasis digital (digital marketing) dan juga mempertimbangkan aspek kebahasaan, apabila diterapkan dengan benar dapat membantu UMKM dalam mempertahankan usahanya di tengah pandemi.

Penulisan iklan yang menggunakan bahasa yang persuasif (membujuk) dan strategi komunikasi yang baik dapat membuat konsumen secara sadar/tidak sadar mempertimbangkan kembali bahkan terpengaruh untuk membeli/menggunakan produk yang ditawarkan.

Untuk itu, iklan tersebut perlu dikemas dalam bentuk dan bahasa yang menarik agar tidak monoton dan dapat menggaet konsumen lebih banyak dari sebelumnya.

Strategi penulisan iklan yang masuk dalam materi edukasi KKN tersebut antara lain yaitu menerapkan perencanaan 5W + 1H + 1S, memahami karakteristik penulisan iklan, dan strategi komunikasi berupa cara membuat iklan yang informatif, komunikatif, juga tepat pada sasaran.

Semua materi tersebut diringkas dalam sebuah brosur yang didesain secara menarik dan mudah dipahami. Selain itu, edukasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan personal sehingga pelaku UMKM dapat memahami dan menerapkan sendiri strategi penulisan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Dengan demikian, diharapkan melalui program KKN ini pelaku UMKM di daerah Pedurungan Kidul dapat memanfaatkan strategi penjualan baru di tengah pandemi dan mengubah permasalahan yang ada menjadi peluang usaha.(*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved