Breaking News:

Berita Banyumas

Pahitnya Kopi di Masa Pandemi, Curhatan Para Pengusaha Kedai Kopi di Purwokerto

Sejumlah kedai kopi di perkotaan Purwokerto merasakan betul pahitnya bisnis bertahan di kala pendemi.

Tribun Jateng/Permata Putra Sejati
Seorang pengusaha kedai kopi di Purwokerto, Kopi Lajornada yang berada di daerah Dukuh Waluh, saat meracik minuman kopi pada Minggu (14/2/2021). 

"Sekarang memang sudah perang konsep, sehingga tidak hanya soal rasa. Dengan kata lain, yang dijual bukan hanya soal kopi saja, melainkan tempat dan suasana," ungkapnya. 

Sebab, menurutnya, konsumen tidak hanya mencari rasa kopinya, namun juga nongkrongnya. 

Lima tahunan Ia berkecimpung di dunia kopi ini, menurutnya pertumbuhan kedai kopi di Purwokerto juga banyak hingga ratusan lebih. 

"Kami agak kesulitan soal regulasi terutama pemberlakuan jam malam.  Pemilik kedai kopi yang bukanya saat malam hari seperti dianaktirikan," katanya. 

Menurut Benny banyak bisnis yang hidup di jam malam. Akibat kebijakan tersebut akhirnya banyak teman-teman pengusaha kopi yang buka pagi sesuai protokol.

"Tapi pun juga mengeluh karena operasional masih minus dan tidak efektif," jelasnya. 

Segala upaya sudah dilakukan seperti promo soal gratis ongkir, take away, namun tetap tidak jalan. 

"Intinya mereka para pembeli bukan butuh kopi saja, tapi juga nongkrongnya," tambahnya. 

Omzet semakin anjlok akibat kebijakan-kebijakan pembatasan yang terakhir ini membuat omset menurun drastis hingga 70 persen.  Mau tidak mau keputusan berat diambil, yaitu pengurangan karyawan misalnya.

Karyawan yang tadinya 15 orang jadi 3 orang dijadikan satu shift.  Kondisi sulit itu dirasakan oleh banyak pemilik kedai kopi yang ada di Purwokerto.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved