Breaking News:

Berita Solo

Pengacara ZM Diperiksa sebagai Tersangka di Solo, Kuasa Hukum: Ada Perbedaan Keterangan Saksi 

Tersangka kasus penganiayaan dan perusakan sebuah rumah, Zaenal Mustofa diperiksa di Mapolresta Solo. 

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Kuasa hukum tersangka, Zainal Mustofa (ZM), kasus penganiaan dan perusakan sebuah rumah di Gilingan, Banjarsari, Zainal Abidin (tengah) yang juga Ketua Peradi Solo ketika memberikan keterangan kepada awak media halaman di Mapolresta Solo, Senin (15/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tersangka kasus penganiayaan dan perusakan sebuah rumah, Zaenal Mustofa (ZM) diperiksa di  Mapolresta Solo, Senin (15/2/2021). 

Diketahui, ZM diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polresta Solo terkait kasus perusakan sebuah rumah di Gilingan, Banjarsari, Solo pada Agustus 2019 lalu. 

Satu di antara kuasa hukum tersangka, Zaenal Abidin yang juga Ketua Peradi Solo mengklaim, saat pemeriksaan ada keterangan dari saksi yang justru berbalik arah. 

"Saat pemeriksaan ini ternyata berbalik 180 derajat. Jadi, yang disampaikan oleh pelapor dan saksi-saksi itu di Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) itu justru akan menimbulkan akibat hukum," ucapnya, Senin (15/2/2021) 

Zainal menyampaikan, ada dugaan keterangan palsu yang disampaikan saksi di dalam BAP. 

"Jadi, ada beberapa poin yang mengatakan rekan Zainal (ZM) itu mencekik, membenturkan ke dinding. Padahal rekan Zainal ini sama sekali tidak menyentuh apapun," jelasnya. 

Dia yakin, dengan adanya keterangan palsu dalam BAP itu, Polresta Solo akan melakukan keputusan yang sangat bijak. 

"Di sisi lain, mungkin kita juga akan melaprkan adanya dugaan keterangan palsu. Karena di dalam BAP itu berbalik arah sama sekali," ungkapnya. 

Selain itu, Zainal Abidin juga meminta agar kepolisian tidak membeda-bedakan hukum. 

Pasalnya, menurutnya, pada waktu yang sama ZM juga melaporkan pihak pelapor pada kasus yang sama dengan laporan Pasal 170 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang juga menjerat ZM. 

"Jangan ada terjadinya disparitas hukum, jangan membeda-bedakan. Kenapa untuk laporan rekan Zainal ini bisa tersangka, tapi yang di sisi lain sampai saat ini kita belum tahu sejauh mana," jelasnya. 

Dia juga meminta kepada kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan dari ZM. 

"Syukur-syukur juga ditetapkan jadi tersangka," jelasnya. 

Senada dengan yang disampaikan Zainal Abidin, tersangka ZM berharap, laporan dia segera diproses kepolisian. 

"Karena waktu itu sama-sama ada pelaporan. Saya melaporkan pihak pelapor dan saya pun dilaporkan. Yang jalan ternyata dari pihak pelapor," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved