Breaking News:

Berita Regional

6 Santriwati di Jombang Lapor Polisi Telah Dicabuli Pemimpin Pondok Pesantren

Enam santriwati sebuah pondok pesantren menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan ponpes itu.

Mohammad Romadoni/Surya
Tersangka S salah satu pimpinan Ponpes di Jombang saat digiring petugas Polres Jombang karena mencabuli santriwatinya sendiri yang masih berusia di bawah umur. 

TRIBUNJATENG.COM, JOMBANG -- Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, enam santriwati sebuah pondok pesantren menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum pemimpin ponpes itu.

Setelah dilaporkan oleh keenam korban, pemimpin ponpes berinisial S kini diringkus oleh aparat Polres Jombang.

Para korban diketahui masih berusia di bawah umur.

Baca juga: Anggota TNI Ini Tak Percaya saat Istrinya Pamit Jenguk Orang, Dibuntuti & Pergoki Selingkuh di Hotel

Baca juga: Istri Jevry Koma Saat Operasi Caesar di RS Hermina Pandanaran Semarang: Kini Lumpuh, Anak Meninggal

Baca juga: Bangga Jadi Orang Kampung, Begini Cara Mayangsari Tunjukkan Cintanya pada Purwokerto Kota Kelahiran

Baca juga: 13 Perguruan Tinggi di Jateng Akan Ditutup LLDikti, Bagaimana Nasib Mahasiswa dan Dosen?

Para santriwati yang dicabuli tengah menempuh pendidikan agama di salah satu Ponpes wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Kejahatan seksual yang dilakukan salah satu pimpinan ponpes berinisial S tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun.

Korban yang lapor ke Polres Jombang kini sebanyak enam santriwati.

Namun kemungkinan jumlahnya dapat terus bertambah.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, mengatakan kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan S terungkap dari laporan dua orangtua korban yang berlangsung pada tanggal 8 - 9 Februari 2021 kemarin.

"Tidak pindana pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah yang korbannya sampai saat ini masih sebanyak enam orang (santriwati, Red) namun kalau memang ditemukan lagi kita akan lakukan pengembangan dan pemeriksaan kembali," ungkapnya, Selasa (16/2/2021).

AKBP Agung menyebut, mayoritas santriwati korban pelecehan seksual dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu berusia sekitar 16 tahun sampai 17 tahun.

Halaman
12
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved