Breaking News:

Berita Jateng

Kanwil Kemenag dan Prima DMI Jateng Bikin Gerakan Moderasi Beragama di Masjid

Kemenag dan Prima DMI Jateng bikin gerakan moderasi beragama di lingkungan masjid.

Istimewa
Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Musta'in Ahmad, menyerahkan bendera merah putih kepada Ketua RISMA JT, Adip Chusnul Ma'arif, sebagai tanda launching gerakan moderasi beragama di lingkungan masjid, Selasa (16/2/2021) malam. 

Penulis: Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, bersama Pimpinan Wilayah (PW) Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Jawa Tengah melaunching gerakan moderasi beragama di lingkungan masjid.

Launching dilakukan di sela acara Ngobrol Online Perkara Islami (Ngopi) episode ke-23 dengan tema "Moderasi beragama bagi generasi milenial di era revolusi industri 4.0" di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Selasa (16/2/2021) malam. 

Dalam kesempatan tersebut, juga diikuti pimpinan tiga remaja masjid yaitu Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT), Ikatan Pemuda dan Remaja Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah (IKAMABA) serta Ikatan Remaja Masjid Agung Semarang (KARISMA) Kauman Semarang.

Launching gerakan moderasi beragama untuk kaum milenial tersebut ditandai dengan penyerahan bendera merah putih dari Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Musta'in Ahmad, kepada Ketua RISMA JT, Adip Chusnul Ma'arif, sebagai bukti simbol pesan estafet kepemimpinan dan menumbuhkan semangat patriotisme untuk kaum milenial.

Musta'in Ahmad menuturkan, remaja harus memiliki wawasan keislaman yang luas dan wawasan kebangsaan yang tangguh. Kedua hal itu harus berjalan beriringan, karena wawasan kebangsaan saja tanpa wawasan keagamaan yang kuat tidak akan maju.

Begitu juga dengan wawasan agama saja tanpa dilandasi wawasan kebangsaan yang kuat bisa jadi justru ada kendala atau muncul persoalan baru, bisa pertikaian yang disebabkan pemahaman keagamaan tidak pas.

"Kebhinekaan, kemajemukan adalah anugerah dari Allah SWT yang sejak awal kita terima.

Maka, kita harus menghargai setiap perbedaan," katanya.

Ia menerangkan, pentingnya kebhinekaan di Indonesia. Ia mencontohkan, dahulunya penduduk Yasrib yang berbhineka kedatangan Nabi Muhammad SAW dengan membawa suasana keislaman yang baik sehingga diterima.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved