Breaking News:

Berita Tegal

Pemkot Tegal Bergabung Sebagai Penyelenggara Program 'Yok Yok Ayok Daur Ulang!'

Pemerintah Kota Tegal saat ini tergabung dalam penyelenggaraan program 'Yok Yok Ayok Daur Ulang!'. 

Istimewa
Mesin predator sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Pemerintah Kota Tegal saat ini tergabung dalam penyelenggaraan program 'Yok Yok Ayok Daur Ulang!'. 

Sebuah program yang bergerak untuk mengadvokasi penggunaan dan daur ulang styrofoam.  Hal itu disampaikan oleh PT Trinseo Materials Indonesia.

Pemerintah Kota Tegal dinilai sudah mengatasi permasalahan sampah secara end-to-end.  Hal itu ditandai dengan adanya mesin pemadat polistirena busa pada Maret 2020.Kemudian adanya mesin predator sampah di Pusat Daur Ulang  Sampah Kota Tegal.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, bergabungnya Pemerintah Kota Tegal menandakan adanya komitmen untuk mengelola sampah atau daur ulang.  Tujuannya untuk menggerakkan ekonomi sirkular. 

“Kami berkomitmen mengelola sampah melalui sinergi dengan para stakeholder terkait 
melalui program daur ulang sampah untuk menggerakkan ekonomi sirkular," kata Dedy Yon dalam rilis yang diterima tribunjateng.com. 

Wakil Presiden Plastik & Bahan Baku di Trinseo, Nicolas Joly mengatakan, pihaknya dengan hormat menyambut Pemerintah Kota Tegal bergabung dengan program 'Yok Yok Ayok Daur Ulang!'.

Ia mengatakan, kolaborasi ini menjadi contoh sempurna untuk membantu menutup loop lingkaran ekonomi sirkular di Indonesia. 

"Ini merupakan contoh sempurna yang menggambarkan bahwa dengan adanya upaya  bersama, kita dapat membantu menutup loop lingkaran ekonomi sirkular di Indonesia.  Kami juga merencanakan gambaran untuk kedepannya melalui sinergi di seluruh rantai  nilai,” ungkapnya. 

Direktur Kemasan Group, Wahyudi Sulistya mengatakan, pentingnya daur ulang sampah plastik karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi . 

Karena itu juga, pihaknya menyumbangkan satu unit mesin pemadat styrofoam dan satu unit mesin predator sampah kepada Pemerintah Kota Tegal. 

"Mesin predator sampah mampu mengolah 20 ton sampah basah setiap harinya. Rencananya dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari, telah dijadwalkan untuk peresmian virtual," ujarnya. (*)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved