Breaking News:

Berita Internasional

Putri Syekh Dubai Kirim Pesan Rahasia Mengaku Disekap Keluarga, Dibius Tentara saat Berusaha Kabur

Dia mengirimkan pesan rahasia dalam video ke teman-temannya berisi tuduhan bahwa ayahnya "menyekapnya" dan ia ketakutan.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Latifa merekam video pada 2018 dan disiarkan ketika ia gagal melarikan diri.(DOK PRINCESS LATIFA via BBC INDONESIA) 

TRIBUNJATENG.COM, DUBAI - Latifa Al Maktoum, putri penguasa Dubai, mencoba melarikan diri dari negara itu pada 2018.

Dia mengirimkan pesan rahasia dalam video ke teman-temannya berisi tuduhan bahwa ayahnya "menyekapnya" dan ia ketakutan.

Dalam video yang diberikan kepada BBC Panorama, Putri Latifa Al Maktoum mengatakan para tentara membiusnya saat ia mencoba lari dengan kapal dan membawanya secara paksa kembali ke penyekapan.

Baca juga: Anggota TNI Ini Tak Percaya saat Istrinya Pamit Jenguk Orang, Dibuntuti & Pergoki Selingkuh di Hotel

Baca juga: Istri Jevry Koma Saat Operasi Caesar di RS Hermina Pandanaran Semarang: Kini Lumpuh, Anak Meninggal

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Selama Kepemimpinan Jokowi Meningkat Tajam, Ini Daftar Peningkatannya

Baca juga: Bangga Jadi Orang Kampung, Begini Cara Mayangsari Tunjukkan Cintanya pada Purwokerto Kota Kelahiran

Sejak itu pesan rahasianya terhenti. Rekan-rekannya mendesak PBB untuk campur tangan.

Dubai dan Uni Emirat Arab sebelumnya mengatakan ia aman bersama keluarganya.

Mantan utusan PBB untuk hak asasi manusia, Mary Robinson, sempat menggambarkan Latifa sebagai "perempuan muda yang bermasalah" setelah bertemu dengannya pada 2018.

Namun kini ia mengatakan ia "diperdaya" oleh keluarga Latifa.

Mantan presiden Irlandia tersebut menyerukan agar dunia ikut bertindak untuk mengetahui keberadaan dan kondisi Latifa.

"Saya tetap sangat khawatir terhadap Latifa. Kondisi berubah. Dan saya rasa ini harus diinvestigasi."

Ayah Laifa, Syekh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, adalah salah seorang kepala negara yang paling kaya di dunia, penguasa Dubai dan wakil presiden Uni Emirat Arab.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved